Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Catat, Ini Waktu Terbaik Mencuci Pakaian untuk Hemat Tagihan Energi

Kompas.com, 27 Januari 2026, 18:34 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

KOMPAS.com - Banyak di antara kita jarang mempertimbangkan waktu ketika mencuci pakaian. Padahal, mencuci pakaian pada waktu-waktu tertentu dapat menghemat uang.

Namun, banyak orang menganggapnya sebagai mitos. Lagipula, mesin cuci menggunakan jumlah energi yang sama tidak peduli kapan pun alat beroperasi, bukan? 

Baca juga: 6 Dampak Buruk Mencuci Pakaian dengan Air Sadah 

Secara teknis, ya—tetapi tergantung pada penyedia utilitas kamu, energi tersebut dapat menghabiskan biaya jauh lebih besar selama jam-jam sibuk.

Untuk mengurangi biaya mencuci pakaian, cobalah menjalankan mesin cuci selama jam-jam di luar jam sibuk utilitas kamu—biasanya pagi hari atau larut malam.

Periksa tagihan energi kamu atau hubungi perusahaan utilitas untuk mengetahui secara pasti kapan tarif tertinggi dan hindari mencuci pakaian pada waktu-waktu tersebut.

Waktu terbaik menghemat uang saat mencuci pakaian

Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.PIXABAY/_alicja_ Ilustrasi keranjang cucian, Ilustrasi mencuci pakaian.

Christine Ciavardini, Manajer Hubungan Klien di MD Energy Advisors, menjelaskan mengoperasikan mesin cuci termasuk dalam kategori "penggunaan fleksibel" atau dikenal juga sebagai peralatan yang tidak harus dioperasikan pada waktu-waktu tertentu. 

"Jadi, kamu tidak ingin mencuci pakaian selama hari-hari terpanas atau saat harga listrik mencapai puncaknya." 

Baca juga: Jumlah Detergen yang Tepat untuk Mencuci Pakaian, Jangan Asal 

Faktor yang mempengaruhi tarif energi

Tarif energi dapat bervariasi sepanjang hari, tetapi apa yang menyebabkan perubahan tersebut? Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kapan biaya listrik lebih mahal atau murah.

  • Permintaan

Perusahaan energi sering kali menaikkan tarif selama jam-jam permintaan puncak. Tarif energi variabel yang terkait dengan permintaan ini dimaksudkan untuk memberi insentif kepada pelanggan untuk menggeser penggunaan energi fleksibel mereka ke jam-jam permintaan yang lebih rendah, yang menyebabkan lebih sedikit tekanan pada jaringan listrik.

  • Suhu

Ciavardini menambahkan perusahaan energi juga dapat mengubah harga energi, tergantung pada suhu—menaikkannya pada hari-hari panas dan menurunkannya pada hari-hari yang sejuk.

Namun, hal ini tetap bergantung pada permintaan karena hari-hari panas mengakibatkan penggunaan energi lebih tinggi melalui peningkatan penggunaan pendingin ruangan. 

Baca juga: Berapa Banyak Detergen yang Harus Digunakan saat Mencuci Pakaian? 

"Hari-hari panas menyebabkan harga listrik tinggi, terutama antara pukul 15.00 dan 19.00 ketika permintaan listrik cenderung tinggi," jelasnya.

Selama waktu ini, penggunaan energi yang tidak perlu, seperti mencuci pakaian, harus dihindari. 

Ide yang sama berlaku saat musim hujan atau cuaca dingin—banyak orang menurunkan suhu pemanas ruangan pada malam hari, yang berarti mungkin lebih murah untuk mencuci pakaian pada malam hari ketika permintaan energi lebih rendah. 

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau