Penulis
KOMPAS.com - Banyak orang yang masih awam bahwa kulkas sebaiknya diisi dengan kapasitas yang ideal, artinya tidak terlalu penuh dan juga tidak terlalu kosong.
Kulkas kosong tidak ada makanan justru bisa membuat mesin bekerja lebih keras, suhu tidak stabil, hingga tagihan listrik meningkat.
Kondisi ini sering tidak disadari karena terlihat "ringan" bagi mesin pendingin.
Melansir D&T Apliance, secara sederhana, makanan di dalam kulkas berperan membantu menyerap dan mempertahankan udara dingin.
Ketika isi kulkas cukup, suhu akan lebih stabil karena dingin tersebar dan "ditahan" oleh bahan makanan tersebut.
Baca juga: Kenapa Buah dan Sayur Punya Laci Khusus di Kulkas?
Sebaliknya, saat kulkas kosong tidak ada makanan, mesin harus bekerja ekstra hanya untuk mendinginkan sedikit barang. Akibatnya suhu di dalam kulkas mudah berubah saat pintu dibuka.
Dampak lainnya proses pendinginan menjadi tidak merata. Beberapa bahan mudah rusak bisa terlalu dingin hingga membeku, seperti selada.
Dalam kondisi ini, kulkas terus bekerja keras untuk menjaga suhu, padahal tidak ada cukup massa di dalamnya untuk membantu mempertahankan dingin, sehingga kulkas kosong boros listrik.
Baik kulkas yang terlalu penuh maupun terlalu kosong sama-sama tidak ideal. kulkas kosong tidak ada makanan punya efek buruk, titik terbaik adalah menjaga isi kulkas sekitar 3/4 dari kapasitasnya.
Pada kondisi tersebut sirkulasi udara tetap lancar, makanan membantu menyerap dan mempertahankan suhu dingin, mesin tidak perlu bekerja berlebihan, dan suhu internal lebih stabil.
Baca juga: Benarkah Menaruh Makanan Panas Bisa Merusak Kulkas?
Dengan kata lain, 3/4 penuh adalah kondisi paling efisien untuk kinerja maksimal sekaligus penghematan energi.
Selain menjaga isi kulkas tetap ideal, ada beberapa langkah lain untuk meningkatkan efisiensi.
Salah satunya bersihkan kumparan kondensor secara berkala. Setiap enam bulan sekali, luangkan waktu sekitar 15 menit untuk membersihkan kumparan kondensor yang terletak di bagian bawah atau belakang kulkas.
Kumparan ini mudah tertutup debu dan kotoran. Jika kotor, proses pelepasan panas menjadi terganggu sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Membersihkannya secara rutin membantu kulkas bekerja lebih ringan dan hemat energi.
Periksa pula kondisi karet atau segel pintu kulkas. Jika aus atau rusak, udara dingin akan mudah keluar dan udara hangat masuk.
Akibatnya, kulkas harus bekerja terus-menerus untuk menjaga suhu tetap dingin. Jika segel sudah tidak rapat, sebaiknya segera diganti oleh teknisi yang berpengalaman.
Baca juga: 5 Cara Menata Kulkas agar Energi Positif Mengalir di Rumah
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang