Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ternyata Ini Alasan Kulkas Sebaiknya Jangan Terlalu Kosong

Kompas.com, 15 Februari 2026, 20:46 WIB
Muhammad Idris

Penulis

KOMPAS.com - Banyak orang yang masih awam bahwa kulkas sebaiknya diisi dengan kapasitas yang ideal, artinya tidak terlalu penuh dan juga tidak terlalu kosong.

Kulkas kosong tidak ada makanan justru bisa membuat mesin bekerja lebih keras, suhu tidak stabil, hingga tagihan listrik meningkat.

Kondisi ini sering tidak disadari karena terlihat "ringan" bagi mesin pendingin.

Kulkas kosong boros listrik?

Melansir D&T Apliance, secara sederhana, makanan di dalam kulkas berperan membantu menyerap dan mempertahankan udara dingin.

Ketika isi kulkas cukup, suhu akan lebih stabil karena dingin tersebar dan "ditahan" oleh bahan makanan tersebut.

Baca juga: Kenapa Buah dan Sayur Punya Laci Khusus di Kulkas?

Sebaliknya, saat kulkas kosong tidak ada makanan, mesin harus bekerja ekstra hanya untuk mendinginkan sedikit barang. Akibatnya suhu di dalam kulkas mudah berubah saat pintu dibuka.

Dampak lainnya proses pendinginan menjadi tidak merata. Beberapa bahan mudah rusak bisa terlalu dingin hingga membeku, seperti selada.

Dalam kondisi ini, kulkas terus bekerja keras untuk menjaga suhu, padahal tidak ada cukup massa di dalamnya untuk membantu mempertahankan dingin, sehingga kulkas kosong boros listrik.

Kapasitas ideal kulkas

Baik kulkas yang terlalu penuh maupun terlalu kosong sama-sama tidak ideal. kulkas kosong tidak ada makanan punya efek buruk, titik terbaik adalah menjaga isi kulkas sekitar 3/4 dari kapasitasnya.

Pada kondisi tersebut sirkulasi udara tetap lancar, makanan membantu menyerap dan mempertahankan suhu dingin, mesin tidak perlu bekerja berlebihan, dan suhu internal lebih stabil.

Baca juga: Benarkah Menaruh Makanan Panas Bisa Merusak Kulkas?

Dengan kata lain, 3/4 penuh adalah kondisi paling efisien untuk kinerja maksimal sekaligus penghematan energi.

Selain menjaga isi kulkas tetap ideal, ada beberapa langkah lain untuk meningkatkan efisiensi.

Salah satunya bersihkan kumparan kondensor secara berkala. Setiap enam bulan sekali, luangkan waktu sekitar 15 menit untuk membersihkan kumparan kondensor yang terletak di bagian bawah atau belakang kulkas.

Kumparan ini mudah tertutup debu dan kotoran. Jika kotor, proses pelepasan panas menjadi terganggu sehingga mesin harus bekerja lebih keras. Membersihkannya secara rutin membantu kulkas bekerja lebih ringan dan hemat energi.

Periksa pula kondisi karet atau segel pintu kulkas. Jika aus atau rusak, udara dingin akan mudah keluar dan udara hangat masuk.

Akibatnya, kulkas harus bekerja terus-menerus untuk menjaga suhu tetap dingin. Jika segel sudah tidak rapat, sebaiknya segera diganti oleh teknisi yang berpengalaman.

Baca juga: 5 Cara Menata Kulkas agar Energi Positif Mengalir di Rumah

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau