Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Muncul Suara di Kepala Saat Membaca dalam Hati, dari Mana Asalnya?

Kompas.com, 6 Juli 2023, 08:00 WIB
The Conversation,
Resa Eka Ayu Sartika

Tim Redaksi

Suara apa yang muncul di kepala kita saat membaca? - Luiza, usia 14 tahun dari Goiânia, Brasil

Oleh: Beth Meisinger dan Roger J. Kreuz

SAAT pertama kali mulai membaca, kita membaca dengan suara yang keras.

Membaca dengan suara keras bisa membuat teks menjadi lebih mudah dipahami ketika kita adalah pembaca pemula atau ketika kita membaca sesuatu yang menantang.

Baca juga: Bisa Membaca Tulisan Typo adalah Bukti Kehebatan Otak Kita

Mendengarkan diri sendiri saat membaca bisa membantu kita meningkatkan pemahaman.

Setelah itu, kita bisa jadi mulai “membaca sambil bergumam”.

Kita bergumam, berbisik, atau menggerakkan bibir saat membaca. Namun, kebiasaan ini perlahan-lahan akan memudar seiring dengan berkembangnya kemampuan membaca kita, dan kemudian kita akan mulai “membaca dalam hati”.

Saat itulah ketika suara di dalam kepala kita mulai muncul.

Sebagai pakar dalam membaca dan bahasa, kami sering kali melihat transisi ini – dari membaca dengan suara keras menjadi membaca dalam hati.

Ini adalah bagian normal dari perkembangan kemampuan membaca seseorang. Biasanya, anak-anak sudah mahir membaca dalam hati pada kelas empat atau lima.

Pergeseran dari membaca dengan suara keras ke membaca dalam hati sangat mirip dengan bagaimana anak-anak mengembangkan keterampilan berpikir dan berbicara.

Anak-anak kecil sering berbicara kepada diri mereka sendiri sebagai cara untuk berpikir saat menghadapi tantangan.

Lev Vygotsky, psikolog dari Rusia, menyebutnya sebagai “private speech” (“pembicaraan pribadi”).

Namun, bukan hanya anak-anak saja yang berbicara kepada diri mereka sendiri. Lihat saja orang dewasa yang mencoba merakit penyedot debu baru.

Baca juga: Studi: Hobi Membaca Bikin Panjang Umur

Kita mungkin akan mendengar mereka bergumam sendiri saat mereka mencoba memahami instruksi perakitan.

Seiring kemampuan berpikir anak-anak menjadi lebih baik, mereka beralih untuk berbicara di dalam kepala mereka, bukan dengan suara keras. Hal ini disebut “inner speech” (“pembicaraan dalam hati”).

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau