Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fosil Bayi Dinosaurus Berkepala Kubah yang Langka Ditemukan di Kanada

Kompas.com, 4 Maret 2026, 13:40 WIB
Wisnubrata

Penulis

Sumber Sci News

KOMPAS.com - Selama puluhan tahun, dunia paleontologi mengenal dinosaurus berkepala kubah atau pachycephalosaurus terutama dari fosil tengkoraknya saja. Bagian tubuh selain kepala—terutama dari individu muda—hampir tidak pernah ditemukan. Namun kini, sebuah penemuan langka dari Kanada membuka bab baru tentang bagaimana dinosaurus unik ini tumbuh dan bergerak di awal kehidupannya.

Para peneliti berhasil mendeskripsikan fosil tubuh pachycephalosaurus termuda yang pernah ditemukan. Temuan ini memberi gambaran penting tentang perkembangan (ontogeni) dan pola pergerakan dinosaurus tersebut saat masih berusia sangat muda.

Baca juga: Dinosaurus Kepala Kubah Ditemukan di Montana, Hidup 75 Juta Tahun Lalu

Dinosaurus Berkepala Kubah dari Zaman Kapur

Menurut ahli paleontologi dari Carleton University, Bryan Moore, dan rekan-rekannya, kelompok Pachycephalosauria terdiri dari dinosaurus berukuran relatif kecil.

“Pachycephalosauria sebagian besar terdiri dari dinosaurus kecil (panjang antara 2 hingga 6 meter), berkaki dua, yang hidup dari zaman Santonian hingga Maastrichtian (85 hingga 66 juta tahun lalu) di Asia dan Amerika Utara,” jelas Moore dan timnya.

Kelompok ini paling dikenal karena ciri khas tengkoraknya.

“Klad ini paling dikenal karena penyatuan tulang frontal dan parietal menjadi kubah yang menggembung,” tulis para peneliti.

Bagian tengkorak di sekitarnya kadang ikut menyatu dan sering dihiasi tonjolan, duri, serta ornamen lainnya. Struktur kubah yang tebal dan keras ini membuat bagian kepala menjadi komponen paling tahan terhadap proses pembusukan dan pelapukan (taphonomi).

“Karena kubah frontoparietal adalah bagian kerangka pachycephalosaurus yang paling tahan terhadap proses taphonomi (kecuali gigi), catatan fosil pachycephalosauria didominasi oleh sisa-sisa tengkorak parsial,” ungkap para ilmuwan.

Akibatnya, sebagian besar pengetahuan ilmiah tentang evolusi dan pertumbuhan dinosaurus ini selama ini hanya bertumpu pada morfologi tengkorak.

Baca juga: Zavacephale: Dinosaurus Kecil Berkepala Kubah Ditemukan di Mongolia

Fosil Bayi Berusia 67 Juta Tahun

Fosil terbaru yang diberi kode CMNFV 22039 ini diperkirakan berusia sekitar 67 juta tahun, berasal dari periode Maastrichtian pada akhir Zaman Kapur.

Spesimen tersebut ditemukan di Formasi Frenchman, formasi geologi termuda dari lima formasi Maastrichtian di Saskatchewan selatan, Kanada.

Yang membuatnya istimewa, dinosaurus ini diduga berusia kurang dari satu tahun saat mati. Dengan demikian, ia menjadi pachycephalosaurus termuda yang pernah diketahui berdasarkan sisa kerangka tubuh, bukan hanya tengkorak.

Meski masih sangat muda dan kecil, ciri khas kelompoknya sudah terlihat jelas.

“Terlepas dari ukurannya yang kecil (perkiraan panjang total 90 cm atau sekitar 3 kaki), kerangka ini menunjukkan beberapa karakter diagnostik Pachycephalosauria,” kata para paleontolog.

Temuan ini menunjukkan bahwa banyak ciri yang selama ini digunakan ilmuwan untuk mengidentifikasi pachycephalosaurus dewasa ternyata sudah muncul sejak sangat dini dalam hidup mereka.

Baca juga: Fosil Dinosaurus “Berkepala Dua” Masih Menjadi Misteri Evolusi

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau