Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dituduh Mata-mata Gennaro Gattuso, Pria Italia di Latihan Bosnia-Herzegovina Ternyata Personel Militer

Kompas.com, 31 Maret 2026, 14:46 WIB
Yudha Riefwan Najib

Penulis

KOMPAS.com - Suasana memanas menjelang laga krusial antara Bosnia-Herzegovina dan Italia pada babak playoff Piala Dunia 2026.

Media lokal setempat sempat melontarkan tuduhan mengejutkan bahwa ada seorang warga dari negara tamu yang bertindak sebagai pengintai saat tim tuan rumah sedang melakukan persiapan krusial di lapangan.

Kecurigaan ini berawal dari beredarnya sebuah foto yang memperlihatkan sosok pria Italia berada di sekitar kamp pelatihan tim tuan rumah.

Pria tersebut diduga merekam aktivitas Edin Dzeko dan rekan-rekannya, bahkan setelah batas waktu 15 menit pertama sesi latihan yang biasanya terbuka untuk umum telah berakhir.

Namun, laporan dari Sportmediaset dengan cepat mengklarifikasi bahwa pria tersebut sama sekali tidak berafiliasi dengan pelatih Gennaro Gattuso maupun staf kepelatihan tim tamu.

Baca juga: Jelang Bosnia Vs Italia, Gattuso: Kami Pertaruhkan Semuanya!

Ia dipastikan tidak memberikan informasi berharga apa pun mengenai rencana taktik skuad tuan rumah.

Kegaduhan yang sempat memicu kontroversi di media ini pun segera mereda.

Ternyata, sosok yang dicurigai itu adalah seorang personel militer yang tergabung dalam pasukan EUFOR.

Pangkalan tempatnya bertugas kebetulan memang berbatasan langsung dengan kamp latihan Butmir.

Melansir dari Sportmediaset, untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut, sumber-sumber pertahanan mengumumkan bahwa itu bukanlah seorang "mata-mata."

Pria yang dicurigai tersebut murni seorang tentara yang hanya sedang berjalan-jalan dan mengamati sesi latihan dari area pangkalan militernya sendiri.

Pertandingan penentuan antara kedua negara ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Bilino Polje, Zenica, Rabu (1/4/2026) pukul 01.45 WIB.

Baca juga: Jay Idzes Tak Kaget dengan John Herdman, Berkat Pengalaman di Italia

Tekad Besar di Stadion Bilino Polje

Pelatih kepala timnas Italia, Gennaro Gattuso, memeluk penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli, setelah memenangkan pertandingan semifinal kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Irlandia Utara di stadion Gewiss di Bergamo, pada 26 Maret.AFP/STEFANO RELLANDINI Pelatih kepala timnas Italia, Gennaro Gattuso, memeluk penyerang Italia, Francesco Pio Esposito, dan, Niccolo Pisilli, setelah memenangkan pertandingan semifinal kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Eropa antara Italia dan Irlandia Utara di stadion Gewiss di Bergamo, pada 26 Maret.

Di sisi lain, pelatih Gennaro Gattuso menegaskan bahwa fokus utamanya saat ini adalah membawa anak asuhnya tampil maksimal di Stadion Bilino Polje, Zenica.

Mantan pelatih AC Milan itu menyadari besarnya risiko yang dihadapi timnya dalam upaya mengamankan tiket menuju putaran final.

Halaman:


Terkini Lainnya
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Geber Persiapan BAC 2026, Sabar/Reza Latihan Bareng Pelatnas PBSI
Badminton
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Fermin Lopez Pilih Beli Barang Ini Saat Terima Gaji Pertama di Barcelona
Liga Spanyol
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Putri KW Fokus Kurangi Kesalahan Sendiri Jelang Kejuaraan Asia 2026
Badminton
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Hector Souto Siapkan Program Uji Coba Timnas Futsal Indonesia ke Spanyol dan Brasil
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia Mampu Tandingi Bulgaria, Kesan Positif John Herdman
Timnas Indonesia
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Persiapan Minim, Hector Souto Tak Patok Target Tinggi di Piala AFF Futsal 2026
Timnas Indonesia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Bekal dari Tur Eropa, Alwi Farhan Kian Matang Tatap Kejuaraan Asia
Badminton
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Justin Hubner dan Jennifer Coppen Prewedding Pakai Adat Jawa
Timnas Indonesia
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Barcelona Berpeluang Lepas Jules Kounde, 3 Raksasa Liga Inggris Mengantre
Liga Inggris
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau