Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Harapan Calvin Verdonk: Bisa Melihat Dony Tri Pamungkas di Eropa

Kompas.com, 31 Maret 2026, 13:28 WIB
Tim Kompas.com,
Yudha Riefwan Najib

Tim Redaksi

Sumber Antara

KOMPAS.com - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, menaruh harapan besar terhadap masa depan talenta muda, Dony Tri Pamungkas.

Calvin Verdonk menilai bahwa Dony Tri Pamungkas memiliki potensi yang sangat menjanjikan untuk terus berkembang dan menembus kompetisi di Eropa.

Kekaguman Calvin Verdonk ini muncul setelah dirinya mengamati langsung performa Dony selama memperkuat skuad Garuda dalam ajang FIFA Series 2026.

Dalam turnamen tersebut, Timnas Indonesia melakoni dua pertandingan penting melawan Saint Kitts and Nevis serta Bulgaria yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Dony Tri Pamungkas menjadi salah satu pemain yang mendapatkan kepercayaan penuh dari pelatih John Herdman dalam ajang FIFA Series 2026.

Baca juga: John Herdman Yakin Dony Tri dan Beckham Bersinar di Piala AFF 2026

Ia tercatat tampil penuh saat Indonesia meraih kemenangan telak 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, serta kembali dipercaya menjadi senjata tim saat menghadapi kekuatan Bulgaria.

Verdonk mengakui bahwa dirinya sudah melihat keistimewaan gaya bermain Dony sejak pertemuan pertama mereka di pemusatan latihan.

Dirinya merasa ada kecocokan dan sering menjalin komunikasi dengan pemain muda Persija Jakarta tersebut.

"Saya suka dengan sosok Dony, saya sering berbincang dengan dia," ungkap Calvin Verdonk.

"Dari latihan pertama aku udah lihat dia pemain yang sangat, sangat bagus. Dia pemain yang sangat bagus dan aku benar-benar suka gayanya. Benar-benar suka gayanya."

Baca juga: Skor Timnas Indonesia Vs Bulgaria 0-1, Herdman Bicara Dampak Beckham dan Dony Tri

Pesan dan Tantangan Berkarier di Luar Negeri

Sebagai pemain yang sudah berpengalaman di level internasional, Verdonk tidak segan memberikan masukan teknis dan mental kepada Dony.

Ia menekankan pentingnya kepercayaan diri saat berada di lapangan serta terus mengasah kemampuan teknis, terutama dalam melakukan tendangan dan umpan silang yang menjadi aspek krusial dalam sepak bola modern.

Pemain Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas dibayangi pemain Bulgaria Petkov Marin dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.KOMPAS.com/ANTONIUS ADITYA MAHENDRA Pemain Timnas Indonesia Dony Tri Pamungkas dibayangi pemain Bulgaria Petkov Marin dalam laga Final FIFA Series 2026 antara Indonesia vs Bulgaria di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (30/3/2026). Bulgaria menang 1-0 atas Indonesia.

"Sebelum pertandingan terakhir, saat dia bermain, aku hanya bilang, untuk bermain seperti saat dia berlatih dan dengan percaya diri."

"Kamu lihat hari ini juga saat dia masuk, dia melakukan aksi, dia melakukan umpan silang. Dia punya tendangan yang sangat bagus," tegasnya.

Baca juga: Kevin Diks Puji Performa Dony Tri Pamungkas Usai Tekuk Saint Kitts-Nevis

Pemain kelahiran Dordrecht pada 26 April 1997 itu juga melihat adanya peluang besar bagi Dony untuk mencoba tantangan baru dengan berkarir di luar negeri.

Meski menyadari adanya tantangan adaptasi lingkungan yang besar, Verdonk meyakini hal tersebut akan memberikan kontribusi signifikan bagi masa depan Timnas Indonesia.

"Jadi saya menantikan untuk bermain lebih banyak pertandingan dengannya. Saya harap saya bisa melihatnya suatu saat di Eropa," tutup Calvin Verdonk.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Menanti 40 Tahun, Irak Pastikan Tiket Terakhir ke Piala Dunia 2026
Liga Champions
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Daftar Lengkap 48 Tim di Piala Dunia 2026: Irak Lolos, Curacao Ukir Sejarah
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Italia Gagal ke Piala Dunia: Air Mata Gennaro Gattuso, Perih Buffon
Internasional
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Malaysia Gagal ke Piala Asia 2027, Peter Cklamovski Akui Keunggulan Vietnam
Timnas Indonesia
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia Era John Herdman: Menjanjikan, tapi Masih Banyak PR
Timnas Indonesia
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Cerita Dony Tri Bela Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Dapat Petuah Verdonk
Timnas Indonesia
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Jadwal Babak 16 Besar Piala Gubernur DKI Jakarta, ASIOP Tancap Gas
Liga Indonesia
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Skor Irak Vs Bolivia 2-1, Persib Punya Wakil di Piala Dunia 2026
Internasional
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Respons Dony Tri Pamungkas Usai Calvin Verdonk Dukung Main di Eropa
Timnas Indonesia
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
KNVB Usut Kasus Naturalisasi, Pemain Indonesia Berpotensi Dibekukan?
Liga Lain
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Hasil Irak Vs Bolivia 2-1: Wakil Asia di Piala Dunia 2026 Bertambah
Internasional
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Jepang Tekuk Inggris 1-0 di Wembley, Skuad Tuchel Rindukan Kane
Internasional
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Italia Gagal ke Piala Dunia, Waktu Gianluigi Buffon Sampai Juni
Internasional
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Rekam Jejak Tiga Kegagalan Lolos Beruntun Italia ke Piala Dunia
Internasional
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Italia Gagal Lagi ke Piala Dunia, Gattuso Ungkap Luka dan Pilih Diam
Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau