JAKARTA, KOMPAS.com — Tanaman eceng gondok dilaporkan tumbuh pesat dan sempat menutupi sebagian permukaan Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, hanya dalam waktu empat hari.
Fenomena ini memicu kekhawatiran karena mengganggu kondisi badan air dan aktivitas pembersihan waduk.
Petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS Badan Air) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta kini terus melakukan pengangkutan secara intensif untuk mengendalikan penyebaran tanaman tersebut.
Baca juga: Waduk Pluit Dipenuhi Eceng Gondok, Petugas Angkut Belasan Truk dalam Sehari
Pengawas saringan sampah UPS Badan Air Penjaringan, Abu Bakar, mengatakan kemunculan eceng gondok terjadi dalam beberapa hari terakhir, dipicu kondisi cuaca yang tidak menentu.
“Eceng ini ada baru sekitar empat hari yang lalu dikarenakan cuaca yang belum bisa dipastikan. Hujan dan terik sehingga eceng cepat bertumbuh,” ujarnya saat ditemui di Waduk Pluit, Rabu (1/4/2026).
Ia menjelaskan, pertumbuhan eceng gondok mulai terlihat sejak setelah Lebaran dan terus menumpuk di sejumlah titik waduk.
“Pas habis puasa aja itu. Makin numpuknya di sini,” katanya.
Sejumlah titik di waduk, terutama di sudut area dekat pos polisi subsektor Pluit dan sekitar saringan sampah, sempat dipadati eceng gondok.
Petugas mulai mengangkut eceng gondok itu secara bertahap sejak Selasa (31/3/2026). Dalam satu hari, sebanyak 12 truk eceng gondok berhasil diangkut.
“Ya, sampai kemarin kami ngangkut dari pagi sampai sore. Sekitar pukul 17.00 WIB hampir pukul 18.00 WIB kita baru kelar. Kami angkut itu habis 12 mobil diangkut,” ujar Abu Bakar.
Dengan kapasitas sekitar sembilan meter kubik per truk, total eceng gondok yang diangkut mencapai sekitar 108 meter kubik dalam sehari.
Baca juga: Banjir Mengubah TPU Semper, Kini Jadi Kolam yang Dipenuhi Eceng Gondok
Pada Rabu siang, pengangkutan kembali dilakukan dengan tambahan sekitar enam truk atau setara 54 meter kubik.
"Ini sekarang sudah enam mobil kecil. Satu mobil itu muatannya sembilan kubik," jelasnya.
Selain pengangkutan, pengendalian eceng gondok juga dilakukan melalui metode penyekatan menggunakan material high density polyethylene (HDPE) serta pengolahan menjadi kompos.
Pembersihan melibatkan mesin penarik di area saringan sampah dan alat berat di sejumlah titik waduk.