JAKARTA, KOMPAS.com – Kemunculan tanaman eceng gondok yang menutupi sebagian permukaan air di Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, viral di media sosial.
Fenomena ini sempat membuat permukaan waduk berubah warna menjadi hijau dalam beberapa hari terakhir.
Video yang diunggah akun @ilhamapriyanto memperlihatkan sebaran eceng gondok yang kian meluas di Waduk Pluit pada Selasa (31/3/2026). Tanaman air tersebut tampak menutupi sebagian badan air hingga mengganggu tampilan waduk.
Baca juga: Banjir Mengubah TPU Semper, Kini Jadi Kolam yang Dipenuhi Eceng Gondok
Dalam video tersebut, sejumlah petugas Unit Penanganan Sampah Badan Air (UPS Badan Air) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta terlihat tengah membersihkan waduk tersebut. Mereka berdiri di atas hamparan eceng gondok yang mengapung di permukaan air.
Selain itu, beberapa unit ekskavator dikerahkan untuk mengeruk tanaman tersebut. Proses pengangkutan juga dibantu alat penyaring sampah di waduk yang menarik eceng gondok ke daratan.
Setelah terangkat, tanaman tersebut dipindahkan menggunakan mesin konveyor yang mengalirkannya ke dalam truk pengangkut.
Berdasarkan pengamatan Kompas.com di lokasi pada Rabu (1/4/2026), volume eceng gondok di Waduk Pluit mulai berkurang. Namun, masih terdapat beberapa titik yang dipadati tanaman tersebut, terutama di sudut waduk dekat Pos Polisi Subsektor (Pospol Subsektor) Pluit dan area saringan sampah.
Pembersihan di area dekat Pospol Subsektor Pluit dilakukan menggunakan tiga unit ekskavator. Sementara itu, pengangkutan melalui alat penyaring dan konveyor masih difokuskan di area saringan sampah.
Pengawas saringan sampah UPS Badan Air Penjaringan, Abu Bakar, mengatakan bahwa proses pengangkutan telah dilakukan secara intensif sejak Selasa (31/3/2026).
Baca juga: Eceng Gondok dari Waduk Pluit Bakal Dijadikan Kompos
"Ya, sampai kemarin kami ngangkut dari pagi sampai sore. Sekitar pukul 17.00 WIB hamir pukul 18.00 WIB kita baru kelar. Kami angkut itu habis 12 mobil kami angkut," ucapnya saat ditemui Kompas.com pada Rabu.
Ia menjelaskan, total eceng gondok yang berhasil diangkut pada Selasa mencapai sekitar 108 meter kubik. Sementara hingga Rabu siang, tambahan volume yang diangkut mencapai sekitar 54 meter kubik.
"Ini sekarang sudah enam mobil kecil. Satu mobil itu muatannya sembilan kubik," jelasnya.
Abu Bakar menuturkan, eceng gondok mulai muncul di Waduk Pluit sejak sekitar empat hari lalu, tepatnya pada Minggu (29/3/2026).
"Eceng ini ada baru sekitar empat hari yang lalu di karenakan cuaca yang belum bisa dipastikan. Hujan dan terik sehingga eceng cepat bertumbuh oleh karena itu kamu terus berupaya untuk mengendalikan pertumbuhan eceng gondok," jelasnya.
Ia menambahkan, eceng gondok yang telah diangkut akan dibawa ke fasilitas milik Dinas Lingkungan Hidup untuk diolah lebih lanjut.
"Dengan cara disekat dengan High Density Polyethylene (HDPE) serta dijadikan kompos," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang