JAKARTA, KOMPAS.com - PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat total kelolaan emas mencapai 22,5 ton.
Kinerja bisnis emas ini sudah setahun sejak layanan bullion bank diluncurkan pada 26 Februari 2025.
Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyampaikan layanan bullion BSI merupakan langkah strategis pemerintah dalam upaya memperkuat pengelolaan emas nasional.
Baca juga: Mau Jual Emas Tanpa Kuitansi? Sentra Buyback Galeri 24 Hadir di Depok
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia (BSI) Anggoro Eko Cahyo saat konferensi pers virtual, Jumat (6/2/2026).“ Bullion bank menjadi milestone penting bagi BSI dalam memperkuat ekosistem ekonomi syariah nasional. Kami ingin menjadikan emas tidak hanya sebagai instrumen lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian dari sistem keuangan yang produktif dan inklusif,” ujar Anggoro dalam keterangan resmi.
Adapun Program ini diresmikan Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 setelah izin kegiatan usaha bullion diberikan kepada BSI dan Pegadaian oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Tak hanya meningkatkan volume emas kelolaan, layanan bullion juga memperluas kepemilikan emas di masyarakat.
Karakteristiknya yang inklusif, mudah diakses secara digital, serta sesuai prinsip syariah membuat emas semakin terjangkau bagi berbagai segmen nasabah.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 7 Maret 2026: Antam, Pegadaian, Hartadinata Naik
Hal tersebut tecermin dari meningkatnya komposisi nasabah emas dari kalangan Gen Z yang naik dari 24 persen menjadi 32 persen.
Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI pada 2025 bertambah lebih dari 2 juta nasabah menjadi lebih dari 23 juta, tertinggi sejak merger bank syariah pada 2021.
Anggoro menjelaskan bahwa Bullion bank juga menjadi sumber pertumbuhan nasabah baru bagi BSI.
Adapun jumlah nasabah bullion bank mengalami peningkatan lebih dari 400 persen.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Naik
PT Bank Syariah Indonesia Tbk. (BSI) memandang tren kenaikan harga emas sebagai momentum untuk memperluas bisnis emas fisik atau bullion bank yang tengah digarap perseroan.“Kami mendapat kehormatan menjadi salah satu bank pertama yang menjalankan layanan bank emas di Indonesia,” kata dia.
“Kehadiran bullion bank juga melengkapi layanan emas BSI yang telah ada sebelumnya, seperti cicil emas dan gadai emas,” lanjutnya.
Dengan adanya layanan bullion, BSI kini memiliki ekosistem emas yang terintegrasi mulai dari perdagangan emas, simpanan emas, cicil emas, gadai emas, hingga BSI Gold.
Anggoro menegaskan seluruh transaksi emas di BSI dijalankan sesuai prinsip syariah.
Baca juga: Update Harga Emas Hari Ini di Pegadaian, Galeri 24 dan UBS Kompak Naik