Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Antam Rilis Emas Edisi Khusus Idul Fitri Saat Harga Logam Mulia Turun

Kompas.com, 24 Maret 2026, 09:00 WIB
Seto Ajinugroho,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

KOMPAS.com - PT Antam (Aneka Tambang) Tbk mengeluarkan emas edisi spesial Idulfitri 2026 saat harga logam mulia turun.

Dalam unggahannya di akun resmi Instagram @antamlogammulia, emas edisi spesial Lebaran 2026 ini tersedia dalam bentuk batangan di berat 0,5-5 gram.

"Di hari yang penuh kemenangan, saatnya berbagi yang lebih bermakna. Bukan hanya indah hari ini, tapi juga bernilai untuk masa depan. Emas edisi spesial Idulfitri dari ANTAM hadir dalam 0,5g, 1g, hingga 5g siap jadi hadiah istimewa untuk orang tersayang," jelasnya.

Diketahui pula, Antam tengah membuka penjualan go show di tiga lokasi berbeda dengan tema 'THR jadi Emas' berikut informasi selengkapnya.

Baca juga: Harga Emas Loyo, Saham Tambang Tertekan Konflik di Timur Tengah

Jadwal go show Antam Lebaran 2026

Pondok Indah Mall

  • Lantai Ground Floor (GF) depan Charles & Keith, 16-29 Maret 2026 pukul 10.00-21.30 WIB
  • Alamat: Jl. Metro Pondok Indah, RT 1/RW 16 Pondok Pinang, Kecamatan Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan

Pakuwon Mall Bekasi

  • Lantai GF depan Wilson, 16-29 Maret 2026 pukul 10.00-21.30 WIB
  • Alamat: Jl. Raya Pekayon No.2, Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi

Mall Taman Anggrek

  • Lantai GF depan Adidas, 16-29 Maret 2026 pukul 10.00-21.30 WIB
  • Alamat: Jl. Letjen S. Parman Kav. 21, Tanjung Duren Selatan, Grogol Petamburan, Jakarta Barat

Sementara itu, di saat pembelian emas oleh masyarakat Indonesia meningkat, harga logam mulia dunia mengalami penurunan senilai Rp 2.843.000 per gram pada 23 Maret 2026.

Baca juga: Harga Emas Hari Ini 23 Maret 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS

Harga emas dunia turun

Antam rilis emas edisi khusus saat harga emas dunia turun. Pelemahan harga emas dunia merupakan buntut dari perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.

Konflik memicu kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi di berbagai negara.

Naiknya harga energi membuat pelaku pasar berhati-hati berinvestasi karena memperkirakan adanya kenaikan suku bunga. Hal inilah yang melatarbelakangi penurunan harga emas.

Sebab, logam mulia baik itu emas atau perak, dikenal sebagai asel lindung nilai terhadap inflasi.

Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan saat Harga Minyak Naik

Sementara, saat ini kenaikan suku bunga membuat emas tidak dipandang memberikan imbal hasil yang signifikan.

"Harga energi yang tinggi telah membuat investor panik, dan harga emas juga merosot pada hari Senin. Harga spotnya turun 2,5 persen menjadi 4.388 dollar AS (sekitar Rp 74 juta, kurs Rp 16.941) per ons karena prospek inflasi yang lebih tinggi masih memicu ekspektasi kenaikan suku bunga. Emas menjadi relatif kurang menarik ketika suku bunga tinggi, karena logam ini tidak memberikan imbal hasil," jelas The Guardian, Senin (23/6/2026).

Diprediksi harga emas stabil cenderung turun sebelum mengalami kenaikan di pertengahan tahun 2026.

Baca juga: Go Show Emas Antam Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau