KOMPAS.com - PT Antam (Aneka Tambang) Tbk mengeluarkan emas edisi spesial Idulfitri 2026 saat harga logam mulia turun.
Dalam unggahannya di akun resmi Instagram @antamlogammulia, emas edisi spesial Lebaran 2026 ini tersedia dalam bentuk batangan di berat 0,5-5 gram.
"Di hari yang penuh kemenangan, saatnya berbagi yang lebih bermakna. Bukan hanya indah hari ini, tapi juga bernilai untuk masa depan. Emas edisi spesial Idulfitri dari ANTAM hadir dalam 0,5g, 1g, hingga 5g siap jadi hadiah istimewa untuk orang tersayang," jelasnya.
Diketahui pula, Antam tengah membuka penjualan go show di tiga lokasi berbeda dengan tema 'THR jadi Emas' berikut informasi selengkapnya.
Baca juga: Harga Emas Loyo, Saham Tambang Tertekan Konflik di Timur Tengah
Pondok Indah Mall
Pakuwon Mall Bekasi
Mall Taman Anggrek
Sementara itu, di saat pembelian emas oleh masyarakat Indonesia meningkat, harga logam mulia dunia mengalami penurunan senilai Rp 2.843.000 per gram pada 23 Maret 2026.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 23 Maret 2026: Antam, Galeri 24 Pegadaian, dan UBS
Antam rilis emas edisi khusus saat harga emas dunia turun. Pelemahan harga emas dunia merupakan buntut dari perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran.
Konflik memicu kenaikan harga minyak yang meningkatkan kekhawatiran inflasi di berbagai negara.
Naiknya harga energi membuat pelaku pasar berhati-hati berinvestasi karena memperkirakan adanya kenaikan suku bunga. Hal inilah yang melatarbelakangi penurunan harga emas.
Sebab, logam mulia baik itu emas atau perak, dikenal sebagai asel lindung nilai terhadap inflasi.
Baca juga: Harga Emas Dunia Anjlok ke Level Terendah 4 Bulan saat Harga Minyak Naik
Sementara, saat ini kenaikan suku bunga membuat emas tidak dipandang memberikan imbal hasil yang signifikan.
"Harga energi yang tinggi telah membuat investor panik, dan harga emas juga merosot pada hari Senin. Harga spotnya turun 2,5 persen menjadi 4.388 dollar AS (sekitar Rp 74 juta, kurs Rp 16.941) per ons karena prospek inflasi yang lebih tinggi masih memicu ekspektasi kenaikan suku bunga. Emas menjadi relatif kurang menarik ketika suku bunga tinggi, karena logam ini tidak memberikan imbal hasil," jelas The Guardian, Senin (23/6/2026).
Diprediksi harga emas stabil cenderung turun sebelum mengalami kenaikan di pertengahan tahun 2026.
Baca juga: Go Show Emas Antam Lebaran 2026, Catat Tanggal dan Lokasinya
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang