Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita Diaspora di Korea Antusias Sambut Prabowo, Rela Menunggu sejak Pagi demi Bertemu Langsung

Kompas.com, 1 April 2026, 12:17 WIB
Rahel Narda Chaterine,
Jessi Carina

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com - Kedatangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto ke Korea Selatan, disambut sejumlah diaspora yang sudah lama menetap di Negeri Gingseng.

Rima, salah seorang diaspora yang sudah tinggal di Korea Selatan selama 24 tahun mengaku sangat antusias bahkan rela menunggu kedatangan Prabowo sejak pagi hari di tempat Prabowo menginap selama di Seoul.

WNI asal Blitar, Jawa Timur itu juga merasa sangat bangga dapat bertemu langsung dengan Kepala Negara.

“Dengan kedatangan Bapak, saya sangat-sangat antusias. Sejak pagi, meskipun ada perubahan jadwal, saya terus menunggu. Kebetulan, sejak 9 tahun lalu saya merupakan bagian dari tim sukses Bapak Prabowo di Korea Selatan,” ucap Rima dalam keterangannya, dikutip dari siaran Badan Komunikasi (Bakom) RI, Rabu (1/4/2026).

Baca juga: Prabowo Tiba di Blue House, Disambut Langsung Presiden Korea Selatan

Rima juga menyampaikan kekagumannya terhadap sosok dan kepemimpinan Prabowo.

Menurutnya, Prabowo adalah sosok yang berwibawa serta sangat perhatian kepada masyarakat Indonesia, termasuk diaspora di luar negeri.

“Wibawanya sangat luar biasa. Saya selalu mendukung Bapak untuk terus menjadi RI 1. Beliau juga mengayomi para diaspora, itu yang sangat saya kagumi. Program-program Bapak saat ini juga luar biasa. Walaupun saya tinggal di Korea, saya selalu memantau perkembangan program-program beliau di Indonesia,” jelasnya.

Oleh karenanya, Rima mengaku sangat bahagia karena berkesempatan berinteraksi langsung dengan Prabowo.

“Saya sempat berinteraksi dan bersalaman dengan Bapak, serta mengucapkan terima kasih atas dukungan beliau. Ini merupakan suatu kebanggaan besar bagi saya, karena kalau di Indonesia mungkin saya tidak akan punya kesempatan untuk bertemu langsung dengan Bapak,” ungkapnya dengan semringah.

Baca juga: Prabowo Bertemu PM Jepang: Komitmen Perdamaian Dunia hingga Undangan Hangat

Lebih lanjut, Rima pun menyampaikan doa dan harapan bagi Prabowo.

Ia juga berharap masa depan Indonesia semakin maju di bawah kepemimpinan Prabowo.

“Saya berdoa semoga Bapak selalu sehat, terus menjunjung tinggi rasa persaudaraan, dan panjang umur. Perjuangan Bapak luar biasa. Semoga Indonesia semakin maju di bawah kepemimpinan Bapak. Sehat selalu, Bapak!” harapnya.

Diketahui, Prabowo bertolak melakukan kunjungan kerja ke Seoul, Korea Selatan, pada Rabu (31/3/2026), usai lawatan dari Jepang.

Prabowo tiba di Seoul sekitar pukul 19.15 waktu setempat.

Kedatangan Prabowo ke hotel tempatnya menginap selama di Seoul mendapat sambutan luar biasa dari diaspora yang ada di Korea Selatan.

Selama di Seoul, Prabowo melakukan pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung di Blue House pada Kamis hari ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Presiden Korsel Sebut Indonesia Tujuan Pertama Investasi, Mitra Berharga Industri Pertahanan
Presiden Korsel Sebut Indonesia Tujuan Pertama Investasi, Mitra Berharga Industri Pertahanan
Nasional
Prabowo dan Presiden Korsel Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
Prabowo dan Presiden Korsel Sepakat Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Pertahanan, hingga AI
Nasional
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono, Terkait Kasus Bupati Bekasi
KPK Geledah Rumah Wakil Ketua DPRD Jabar Ono Surono, Terkait Kasus Bupati Bekasi
Nasional
Ada Terdakwa Gugat KUHP, Saldi Isra: MK Bukan Tempat Uji Putusan Pengadilan
Ada Terdakwa Gugat KUHP, Saldi Isra: MK Bukan Tempat Uji Putusan Pengadilan
Nasional
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Deru Perang Kala Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan Sedekah untuk 500 Penyintas di Sudan
Nasional
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Gibran Dukung Investigasi Total Kasus Prajurit TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Argumentasi Hukum Kasus Amsal Sitepu Disebut Sulit Diterima Akal Sehat Masyarakat
Nasional
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Presiden Korea Selatan Ucapkan Belasungkawa 3 TNI Gugur di Lebanon
Nasional
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Frasa Korupsi Digugat di MK: “Untungkan Diri Sendiri” hingga “Rugikan Negara”
Nasional
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Ini Instansi Pemda yang Tetap Ke Kantor Meski Ada WFH
Nasional
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Gibran Ucapkan Belasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon
Nasional
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Panglima TNI Jamin Hak dan Masa Depan Keluarga Prajurit yang Tewas di Lebanon
Nasional
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Profil Hendarsam Marantoko, Politikus Gerindra yang Dilantik Jadi Dirjen Imigrasi
Nasional
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Indonesia-Korea Selatan Sepakati Kerja Sama Terkait Penanganan Karhutla
Nasional
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Pimpinan Komisi III Sebut Ada Perlawanan Aparat Kotor Usai Amsal Sitepu Divonis Bebas
Nasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau