Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Fakta Aki MF Bekas yang Perlu Diketahui Konsumen

Kompas.com, 31 Januari 2026, 11:42 WIB
Erwin Setiawan,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Aki bebas perawatan atau maintenance free (MF) bekas banyak dijual di pasaran. Hal ini memunculkan pertanyaan terkait kualitas dan ketahanannya.

Meski terbilang lebih murah daripada beli baru, aki MF bekas memiliki kualitas tak sama dengan barunya. Mulai dari segi kemampuannya menyimpan daya listrik hingga terdapat bekas pembongkaran.

Rasyid, Service Advisor Ahass Sappitu Cawas Klaten mengatakan konsumen boleh saja beli aki MF bekas di pasaran, karena faktanya masih bisa dipakai.

Baca juga: Bolehkah Aki MF pada Sepeda Motor Ditambah Air?


“Bila konsumen membeli aki MF bekas di pasaran, pasti diperiksa voltasenya, mampu tidak untuk menghidupkan mesin, kebanyakan masih mampu saat pembelian, tapi tak ada jaminan tahan berapa lama,” ucap Rasyid kepada KOMPAS.com, Jumat (30/1/2026).

Aki MF bekas bisa dijadikan alternatif ketika dalam kondisi darurat. Namun, bila menginginkan kualitas lebih baik dan mendapatkan kemudahan sebaiknya beli aki baru.

“Aki baru cenderung lebih awet, sehingga tak berisiko bagi konsumen ketika berkendara, potensi motor mogok di jalan atau di luar rumah lebih kecil, kalau pakai aki MF bekas ada kekhawatiran,” ucap Rasyid.

Baca juga: Tak Selalu karena Aki, Ini Penyebab Mobil Sulit Distarter

Aki bebas perawatan bukan aki kering murniKompas.com/Erwin Setiawan Aki bebas perawatan bukan aki kering murni

Dari segi perlakuan, aki MF yang sudah soak cukup beragam kondisinya. Ada yang hanya butuh pengisian air dan pengecasan ulang tapi ada juga yang kondisinya sudah rusak.

“Aki MF sebenarnya bukan aki kering, dia masih pakai cairan elektrolit, asam sulfat, sama dengan aki biasa, bedanya ada di kualitas bahan selnya yang dibuat minim penguapan, maka dari itu lubangnya ditutup permanen,” ucap Rasyid.

Dengan menutup lubang aki secara permanen, maka konsumen tak perlu rutin menambah air aki. Maka dari itu ada tulisan larangan agar tak membuka seal di kepala aki.

Baca juga: Pahami Perbedaan Aki Soak dan Kurang Setrum

Ilustrasi aki mobil.Nusa Toyota Ilustrasi aki mobil.

“Bila seal dibuka, atau ada kebocoran, maka air aki bisa menguap dan lama-lama habis, ini bisa membuat aki tekor, maka dari itu ada kondisi aki MF yang bisa dipakai kembali hanya dengan mengisi air dan dicas ulang,” ucap Rasyid.

Namun, bila kerusakan ada pada bagian selnya, aki sudah tidak bisa digunakan kembali karena voltasenya pasti kurang dari 12 volt.

“Misal salah satu sel aki rusak, karatan atau putus, maka voltase akan berkurang 2 volt, aki 12 volt yang punya 6 lubang sel, ketika rusak satu maka voltasenya tinggal 10 volt, berat buat menghidupkan mesin,” ucap Wawan, pemilik Toko Aki One Aki Ceper Klaten kepada KOMPAS.com, belum lama ini.

Baca juga: Update Harga Aki Motor per Januari 2026

Jadi, kondisi aki MF bekas di pasaran cukup beragam. Sekalipun kondisinya masih baik dengan voltase 12 volt, ketahanannya belum tentu awet. Sehingga berisiko untuk konsumen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau