Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Amankah Perbaikan Pelek Motor dengan Metode Pres?

Kompas.com, 24 Februari 2026, 16:21 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

JAKARTA, KOMPAS.com – Musim hujan kerap menjadi ancaman tersembunyi bagi pengendara motor. Lubang jalan yang tertutup genangan air bisa membuat roda menghantam keras tanpa sempat diantisipasi. Dampaknya, pelek bisa peang atau penyok.

Lalu muncul pertanyaan yang sering dibahas di kalangan pemotor, amankah perbaikan pelek dengan metode pres? Lantaran perbaikan pelek biasanya ditangani oleh bengkel spesialis, bukan bengkel resmi.

Wahyu Budhi, Training Analyst PT Wahana Makmur Sejati, diler resmi motor Honda wilayah Jakarta-Tangerang, mengatakan musim hujan memang meningkatkan risiko kerusakan pelek.

Baca juga: Pilihan Mobil Bekas Rp 50 Jutaan yang Cocok untuk Mudik Lebaran

Pelek motor penyok.kompas.com Pelek motor penyok.

“Musim hujan memang sering jadi musuh buat pelek ya. Lubang yang tertutup genangan air itu benar-benar jebakan batman buat pengendara motor,” ujar Wahyu, kepada Kompas.com (24/2/2026).

Menurutnya, metode pres pada dasarnya bisa dilakukan, tetapi tidak bisa disamaratakan untuk semua jenis pelek.

“Amankan metode pres? Tergantung jenis kerusakan dan material peleknya,” kata dia.

Baca juga: Toyota Fortuner 2012-2015 Naik Daun, Ini Alasan dan Harganya

Pelek motor peang dan pecahKOMPAS.com/FATHAN Pelek motor peang dan pecah

Untuk pelek jari-jari (spoke wheel), metode perbaikan relatif aman dan bahkan disarankan. Biasanya, bengkel cukup melakukan penyetelan ulang pada jari-jari atau mengganti ring pelek jika kondisinya sudah terlalu parah.

Menurutnya, karakter pelek jari-jari yang fleksibel membuat proses perbaikannya tidak terlalu berisiko terhadap struktur utama roda.

Berbeda halnya dengan pelek racing (cast wheel). Jika kondisinya hanya peang atau penyok ringan, proses pres masih tergolong aman, terutama bila dilakukan oleh teknisi profesional dengan alat hidrolik.

Baca juga: Komparasi Pikap: Tata Yodha Vs Toyota Hilux Rangga

Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa penyebab utama kerusakan pelek saat musim hujan karena lubang di jalan.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Iwan Setiawan, pemilik bengkel BJ Press Motor, spesialis perbaikan pelek dan segitiga motor di Tanah Baru, Beji, Depok, mengatakan bahwa penyebab utama kerusakan pelek saat musim hujan karena lubang di jalan.

Metode ini bertujuan mengembalikan bentuk pelek tanpa perlakuan panas ekstrem yang berlebihan. Namun, ada catatan penting yang perlu diperhatikan.

Pada pelek racing berbahan logam cor, struktur material bisa berubah jika proses pres melibatkan panas tinggi.

Perubahan ini berpotensi menurunkan tingkat kekerasan logam atau memicu metal fatigue. Akibatnya, pelek bisa menjadi lebih mudah peang kembali ketika menghantam lubang di kemudian hari.

Baca juga: Berapa Biaya Kirim Motor Pakai Bus AKAP?

Ilustrasi perbaikan pelek motor dengan metode presKOMPAS.com/DIO DANANJAYA Ilustrasi perbaikan pelek motor dengan metode pres

Artinya, metode pres bukanlah solusi yang sepenuhnya tanpa risiko, terutama untuk pelek racing. Pemeriksaan tingkat kerusakan, material, serta kompetensi bengkel menjadi faktor penentu keamanan perbaikan.

Jika kerusakan sudah parah atau terdapat retakan, penggantian pelek baru tetap menjadi opsi paling aman demi menjaga keselamatan berkendara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau