JAKARTA, KOMPAS.com – Pelek mobil yang penyok atau retak membuat pemilik kendaraan waswas. Tak sedikit yang bertanya, apakah kondisinya masih bisa diperbaiki atau harus langsung diganti dengan yang baru.
Kerusakan pelek umumnya terjadi akibat benturan keras, seperti menghantam lubang, melindas polisi tidur dengan kecepatan tinggi, atau membentur trotoar.
Runang dari HWS Wheel, Car Part & Accessories di H. Nawi, Jakarta Selatan, mengatakan, pelek penyok dan retak atau pecah pada dasarnya masih dapat diperbaiki tergantung tingkat kerusakannya.
Baca juga: Masjid di Jalur Mudik Disiapkan Jadi Rest Area Lebaran 2026
"Nah kalau pelek yang dikatakan penyok atau peang, atau dia ada cuil ya, bisa diperbaiki sebenarnya. Tapi tetap kita lihat dulu seperti apa dia perbaikannya," kata Runang kepada Kompas.com di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Toko dan servis pelek mobil HWS WheelRunang menjelaskan, proses perbaikan pelek umumnya menggunakan alat khusus berupa mesin press hidrolis.
"(Perbaikannya) menggunakan mesin press hidrolis," ujarnya.
Metode tersebut bertujuan untuk meluruskan kembali bagian pelek yang turun atau tidak presisi. Namun, tidak semua kondisi bisa ditangani dengan cara yang sama.
"Ya, mayoritas kalau belum parah ya, atau kalau belum pecah. Kalau cuma turun, penyok sedikit, itu semua bisa di ini," ujarnya.
"Kalau dia cuma penyok, dia pakai mesin press dipanaskan. Tapi kalau dia sampai retak harus dilas," kata Runang.
Baca juga: Banyak Truk Gagal Menanjak, Ini Penjelasan Produsen
Artinya, selama kerusakan masih tergolong ringan dan belum menyebabkan retak atau pecah, peluang untuk diperbaiki masih cukup besar.
Pelek mobilMeski demikian, Runang mengingatkan bahwa hasil perbaikan tidak selalu bisa kembali 100 persen seperti kondisi awal, terutama jika kerusakan sudah cukup berat.
"Parahnya itu biasanya dia udah berlipat atau bagaimana diluruskan kembali. Karena materialnya metal ya, dia enggak akan sempurna," katanya.
Baca juga: Seberapa Canggih Fitur Darion PHEV di Kelasnya?
Logam yang sudah berubah bentuk ekstrem atau terlipat akan sulit dikembalikan ke kondisi semula secara sempurna.
Apalagi untuk pelek yang sudah retak dan dilas, secara tampilan mungkin terlihat rapi, tetapi dari sisi struktur kekuatan bisa saja sudah berkurang.
"Kalau pecah dia (peleknya) bisa dilas, tapi untuk keselamatan selanjutnya itu kurang baik. Kalau sudah melewati batas, pecah atau bagaimana, itu kurang baik untuk keselamatan," katanya.