Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Arus Balik, Lalu Lintas Menuju Tol Prambanan-Purwomartani Macet

Kompas.com, 24 Maret 2026, 15:21 WIB
Dio Dananjaya,
Azwar Ferdian

Tim Redaksi

YOGYAKARTA, KOMPAS.com – Arus balik Lebaran 2026 mulai menunjukkan kepadatannya di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pada H+3 Lebaran, lalu lintas menuju tol fungsional Prambanan–Purwomartani, khususnya jalur yang mengarah keluar Yogyakarta, terpantau mengalami kemacetan cukup parah.

Kepadatan terjadi di pada kendaraan yang hendak meninggalkan Yogyakarta maupun yang ingin masuk ke tol fungsional melalui Gerbang Tol (GT) Purwomartani.

Baca juga: Kompetitif di Aprilia, Martin Menyesal Pindah ke Yamaha?

Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.

Hingga Selasa (24/3/2026) pukul 14.00 WIB, arus kendaraan di titik ini masih terhambat, baik di lajur lambat ataupun lajur cepat.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan dipicu tingginya volume kendaraan yang mengarah ke Jalan Raya Solo–Yogyakarta.

Arus kendaraan datang dari berbagai titik, mulai dari Jalan Ring Road Utara hingga jalur utama seperti Jalan Laksda Adisucipto dan Jalan Raya Janti, yang semuanya bertemu di satu koridor menuju akses tol.

Dari pertigaan Maguwoharjo hingga GT Purwomartani yang berjarak 5 Km, berdasarkan perkiraan Google Maps bahkan butuh waktu 20-30 menit.

Baca juga: Penjualan Melonjak, Xpeng Langsung Cetak Laba di 2025

Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.

Tak hanya di sekitar GT Purwomartani, kepadatan juga terjadi di kawasan pertigaan Maguwoharjo. Aktivitas masyarakat yang memadati toko oleh-oleh dan restoran di kawasan tersebut turut memperparah kondisi lalu lintas.

Situasi ini menunjukkan bahwa akses menuju tol fungsional Prambanan–Purwomartani menjadi titik krusial bagi pemudik yang ingin kembali ke jaringan Tol Trans Jawa.

Bahkan, jalur ini disebut sebagai akses paling relevan bagi kendaraan yang ingin melanjutkan perjalanan ke luar kota melalui jalan tol, selain tentunya jalur arteri via Klaten.

Baca juga: One Way Arah Jakarta Disiapkan di Tol Cipali

Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.KOMPAS.com/DIO DANANJAYA Lalu lintas menuju Tol Fungsional Prambanan-Purwomartani terpantau macet pada Selasa (24/3/2026) siang.

Di sisi lain, kondisi lalu lintas arah sebaliknya kurang lebih sama. Kendaraan yang mengarah masuk ke pusat Kota Yogyakarta dari arah Solo atau Prambanan terpantau macet, karena kendaraan yang berputar untuk masuk GT Purwomartani.

Dengan tingginya volume kendaraan di jalur keluar kota, pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan serta mempertimbangkan alternatif rute guna menghindari kepadatan, terutama di titik-titik menuju akses tol fungsional Prambanan–Purwomartani.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau