Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kebiasaan Buruk Pengemudi Mobil Matik yang Picu Kerusakan Transmisi

Kompas.com, 28 Maret 2026, 11:42 WIB
Selma Aulia,
Agung Kurniawan

Tim Redaksi

SOLO, KOMPAS.com - Pemilik mobil matik perlu memahami cara penggunaan transmisi yang benar agar komponen tidak cepat rusak, terutama saat mengubah arah laju kendaraan.

Kebiasaan terburu-buru memindahkan tuas dari maju ke mundur atau sebaliknya bisa mempercepat keausan komponen penting di dalam transmisi.

Mahfud, pemilik bengkel mobil GK Auto Service, mengatakan, mengoperasikan mobil matik tidak perlu buru-buru, terutama saat mengubah arah laju mobil dari maju ke mundur atau sebaliknya.

Baca juga: Hasil FP1 MotoGP Amerika 2026: Acosta Tercepat, Marquez Keempat

“Jika kebiasaan buru-buru ini terus dilakukan, konsekuensinya akan ada komponen di dalam transmisi yang cepat rusak atau aus, yakni sun gear,” ucap Mahfud kepada Kompas.com, belum lama ini.

Ilustrasi mengemudi mobil matik.Kompas.com Ilustrasi mengemudi mobil matik.

Sun gear merupakan bagian dari planetary gear, yaitu kelompok roda gigi yang bertugas mengatur rasio percepatan sesuai kebutuhan sistem.

Pada komponen ini terdapat gigi halus yang bekerja menerima beban paling besar saat terjadi perubahan arah putaran.

“Pada sun gear terdapat bagian gear halus. Ketika terjadi perubahan arah putaran mobil, bagian ini menerima beban paling besar, sehingga lebih rawan aus jika sering dipaksa,” kata Mahfud.

Menurutnya, kerusakan pada gear halus tersebut biasanya baru bisa diketahui saat proses overhaul dengan pemeriksaan visual. Ciri awalnya, permukaan gigi akan berubah menjadi runcing akibat tekanan berlebih.

Baca juga: Meski Tanpa Gejala, Kaki-Kaki Mobil Perlu Dicek Setelah Dipakai Mudik


“Gear halus ini awalnya akan menjadi runcing karena sering mendapat beban berat saat perubahan arah laju. Lama-kelamaan bisa aus dan akhirnya menjadi gundul,” ujarnya.

Mahfud juga mengaku pernah menemukan kasus sun gear yang patah, yang menunjukkan beratnya kerja komponen tersebut saat mobil dipindahkan arah dalam kondisi belum berhenti.

“Sebaiknya, saat mengubah arah laju mobil matik, pastikan kendaraan sudah berhenti total. Dengan begitu, beban kerja transmisi lebih ringan dan komponen bisa lebih awet,” kata Mahfud.

Jadi, dengan memastikan mobil berhenti total sebelum mengubah arah, pemilik mobil matik bisa mencegah kerusakan transmisi dan memperpanjang usia pakai komponen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau