Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sidang Tenggelamnya KM Putri Sakina, Isteri Pelatih Valencia: Awak Kapal Tak Menolong Kami

Kompas.com, 31 Maret 2026, 15:48 WIB
Apolonia Ineru Bahali,
Glori K. Wadrianto

Tim Redaksi

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Andrea Ortuno, isteri dari pelatih Valencia Fernando, bersaksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Labuan Bajo, Selasa (31/3/2026).

Adnrea adalah salah satu korban selamat dari insiden tenggelamnya KM Putri Sakina, yang menewaskan suaminya. 

Melalui sambungan Zoom dalam sidang dengan agenda pemeriksaan saksi, Andrea mengungkapkan kronologi kejadian yang menewaskan tiga anggota keluarganya -termasuk Fernando, dan satu lainnya dinyatakan hilang.

Baca juga: Berkas Perkara Tragedi Tenggelamnya Pelatih Valencia di Labuan Bajo Dilimpahkan ke Kejaksaan

Andrea bersaksi, mereka memulai trip ke Taman Nasional Komodo setelah dijemput pihak agen wisata dari Bandara Internasional Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo pada 26 Desember 2025.

"Saat itu kondisi life jacket-nya kecil dan dalam kondisi kurang baik. Sampai di kapal, kami tidak memakai life jacket lagi," kata Andrea yang diterjemahkan oleh penerjemah dari Kedutaan Besar Spanyol, Rina.

Kapal wisata yang mereka tumpangi sempat singgah ke Pulau Kalong, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah Pulau Padar.

Malamnya, saat insiden terjadi, Andrea mengaku, mereka semua sedang tidur di kamar.

Baca juga: Jadi Tersangka, Nakhoda KM Putri Sakinah yang Bawa Pelatih Valencia dan Keluarga Tidak Ditahan

"Kami tidur dan saya sadar karena merasakan hantaman. Lalu saya membantu anak saya Amanda untuk keluar," kata dia.

Saat itu Andrea tidur dengan korban selamat Amanda, dan Lia yang ditemukan meninggal. Sedangkan korban lain, Fernando dan dua anak laki-lakinya tidur di kamar lain.

Sempat minta tolong

Jenazah anak pelatih Valencia tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa (6/1/2026) sore. Kompas.com/nansianustaris Jenazah anak pelatih Valencia tiba di Pelabuhan Marina Labuan Bajo, Selasa (6/1/2026) sore.
Andrea mengatakan, ia terus berteriak meminta tolong saat kejadian. Namun tidak ada seorang pun yang datang menolong, hingga ia bisa naik ke kapal lain yang datang mengevakuasi mereka.

Ia juga menjawab pertanyaan hakim terkait tidak ada upaya awak kapal untuk menolong keluarganya yang lain sebelum kapal tenggelam.

Baca juga: 2 Tersangka Kasus Insiden Tenggelamnya Pelatih Valencia Belum Ditahan, Ini Kata Polda NTT

Ia mengaku saat itu kapal tenggelam dengan cepat, cuma dalam beberapa menit.

"Saat itu awak kapal sudah ada di kapal lain yang menyelamatkan mereka dan dalam keadaan kering lalu saya dan anak saya menyusul," kata dia.

Agenda sidang ke dua tragedi KM Putri Sakina ini dipimpin Hakim Ketua, Putu Dima Indra dengan terdakwa dua orang yakni Lukman dan Muhamad Alif Latifa Djudje.

Selain Andrea, hadir juga saksi lainnya di antaranya Kepala KSOP Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto dan Kepala BMKG Komodo, Maria Patrycia Christin.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Ingatkan WFH Bukan Libur, Pemprov Kaltim Atur Ketat Disiplin ASN hingga Sanksi Potong TPP
Regional
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Dubes Iran untuk Indonesia Boroujerdi Puji Sosok Jokowi: Mantan Presiden yang Sukses Jalankan Pemerintahan
Regional
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Dubes Iran Temui Jokowi di Solo, Ini Topik yang Dibahas
Regional
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Aktivis Perempuan: Mediasi Kasus Kekerasan Seksual Unissula Langgar UU TPKS
Regional
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
BKPSDM Nunukan Belum Putuskan Nasib Oknum PPPK Pemerkosa Balita dan ASN Satpol PP Pecandu Narkoba
Regional
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
PT KAI Laporkan Warga Bandar Lampung yang Blokir Rel Kereta ke Polisi
Regional
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Grebeg Gethuk di Magelang Digelar April, Ini Rangkaian Acaranya
Regional
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Mapolres Dogiyai Diserang Sekelompok Warga, Toko Bangunan Terimbas dan Terbakar
Regional
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Selama Ramadhan, Dompet Dhuafa Salurkan 600 Paket Fidyah untuk Penyintas di Sumatera
Regional
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Kasus Mahasiswanya Diduga Dilecehkan Alumni, Unissula Klaim Sudah Damai
Regional
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
9 Jabatan Kepala Dinas Kosong di Lhokseumawe, Diisi Pelaksana Tugas
Regional
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
84.457 Kendaraan Lintasi Tol IKN Selama Libur Lebaran 2026
Regional
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Tak Pilih Mobil Listrik, Pemkot Malang Andalkan WFH dan Sepeda Demi Hemat BBM
Regional
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
ASN WFH Setiap Jumat, Gubernur Sumsel: Saya Pelajari Dulu
Regional
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Bertemu Dubes Iran untuk Indonesia di Solo, Jokowi: Saya Menyampaikan Banyak Hal
Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau
Sidang Tenggelamnya KM Putri Sakina, Isteri Pelatih Valencia: Awak Kapal Tak Menolong Kami
Akses penuh arsip ini tersedia di aplikasi KOMPAS.com atau dengan Membership KOMPAS.com Plus.
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Unduh KOMPAS.com App untuk berita terkini, akurat, dan terpercaya setiap saat