Penulis
KOMPAS.com - Tim asal Indonesia yang terdiri dari enam mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) dan Telkom University memenangkan kompetisi UNESCO Youth Hackathon 2025.
Acara ini berlangsung di Kolombia akhir Oktober lalu. UNESCO Youth Hackathon merupakan ajang inovasi global yang mendorong pemuda untuk membeikan solusi digital inovatif dalam melawan misinformasi, serta penggunaan media yang bertanggunng jawab.
Kemenangan tim asal Indonesia ini diraih setelah mereka merancang proyek berupa game interaktif dan edukatif bernama MIL Point. Game ini dibuat untuk memerangi hoaks dan misinformasi yang marak saat ini.
Yang menarik, game ini akan hadir di dalam sebuah layar portabel bernama MIL Box, yang akan ditempatkan di beberapa area publik yang tersebar di sejumlah kota di Indonesia.
Dengan MIL Box, pengunjung akan bisa memainkan game sederhana. Game ini akan menguji kemampuan mereka untuk mendeteksi hoaks, misinformasi, dan miskonsepsi.
Baca juga: WhatsApp Siapkan Fitur Mirip Reverse Image Search untuk Tangkal Hoaks
Mereka juga akan mendapatkan informasi terverifikasi yang meluruskan informasi keliru tersebut. Setelah mendapatkan informasi yang terverifikasi dan akurat, mereka bisa membaginya ke lebih banyak orang.
Ilustrasi aplikasi web MIL Point, game edukatif dan interaktif untuk meningkatkan literasi demi meminimalisasi hoaks dan misinformasi.Selain diakses di layar portabel MIL Box, game MIL Point juga bisa diakses langsung di smartphone, laptop, atau tablet.
Caranya adalah dengan mengakses aplikasi web MIL Point di URL “mil-point.vercel.app“ atau tautan berikut.
Pengguna akan diminta untuk mendaftar/registrasi akun lebih dulu sebelum memainkannya. Ada empat fitur utama MIL Point, yakni:
Baca juga: YouTube Uji Coba Fitur Penangkal Hoaks, Mirip Punya X Twitter
“Dengan menggabungkan kegiatan offline interaktif dan pembelajaran digital, MIL Point bertujuan menciptakan ekosistem yang menyenangkan, inklusif, dan mendorong pola pikir kritis serta perilaku bermedia yang bertanggung jawab di semua generasi,” kata Wynneth Artdelyn Jees, Project Lead MIL Point dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno.
Tim Indonesia yang merancang MIL Point beranggotakan Wynneth Artdelyn Jees, Jesseline Carolee Sabas, Vinnidhiaty Gradelyn Jees, Jonathan Emmanuel Saragih, Bagas Kalih dan Guntur Oktavianto Nugroho.
Enam mahasiswa ITB dan Telkom University yang merancang MIL Point beranggotakan Wynneth Artdelyn Jees, Jesseline Carolee Sabas, Vinnidhiaty Gradelyn Jees, Jonathan Emmanuel Saragih, Bagas Kalih, dan Guntur Oktavianto Nugroho.
MIL Point dikembangkan selama dua minggu periode Hackathon, di mana tim melakukan riset, brainstorming, membuat prototipe, hingga sesi pitching.
Ide pembuatan MIL Point berangkat dari kegundahan akan maraknya hoaks dan misinformasi di berbagai platform online, terutama dengan popularitas AI yang kian mudah digunakan.