KOMPAS.com - Gelombang protes terhadap CEO OpenAI Sam Altman dan seruan "cancel ChatGPT" pecah di media sosial Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh keputusan perusahaan yang bekerja sama dengan Departemen Perang (Department of War/DoW) AS.
Sebelumnya lembaga eksekutif federal utama yang bertanggung jawab mengelola angkatan bersenjata AS, mulai dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Marinir, Angkatan Udara, hingga Space Force dan Coast Guard ini dikenal sebagai Departemen Pertahanan AS.
Tak butuh waktu lama, tagar dan seruan “Cancel ChatGPT” ramai di platform media sosial, termasuk X Twitter dan Reddit.
Sejumlah pengguna mengaku berhenti berlangganan ChatGPT dan beralih ke pesaingnya, Claude, buatan perusahaan AI Anthropic.
Kontroversi ini bermula ketika Sam Altman mengumumkan bahwa OpenAI telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengerahkan model AI mereka di jaringan terklasifikasi milik pemerintah.
Hal ini diumumkan pendiri ChatGPT pada Sabtu, 28 Februari waktu AS.
Baca juga: Kata Bos ChatGPT: Sebagus Apa Pun Idemu, Tak Ada yang Peduli
Dalam unggahannya, Altman menyatakan bahwa kerja sama tersebut tetap memegang dua prinsip keamanan terpenting.
"(Keduanya) adalah arangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," tulis Altman di X.
"Departemen Perang menyetujui prinsip-prinsip ini, mencerminkannya dalam hukum dan kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam perjanjian kami.
OpenAI juga menyebut akan membangun perlindungan teknis tambahan, mengerahkan insinyur lapangan untuk pengawasan, serta membatasi penggunaan model hanya di jaringan cloud.
Tonight, we reached an agreement with the Department of War to deploy our models in their classified network.
In all of our interactions, the DoW displayed a deep respect for safety and a desire to partner to achieve the best possible outcome.
AI safety and wide distribution of…
— Sam Altman (@sama) February 28, 2026
Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran publik.
Sebuah Community Note yang muncul di unggahan Altman menyebut pejabat pemerintah menyatakan model OpenAI dapat digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”.
Frasa ini memicu kekhawatiran, terutama karena sejumlah undang-undang pasca peristiwa 11 September (11/9 dibaca Nine-Eleven) dinilai memberi ruang interpretasi luas terkait pengumpulan data.
Ilustrasi chatbot AI Claude bikinan Anthropic.Di tengah situasi itu, rival OpenAI, Anthropic, justru mengambil sikap berbeda.