Warga AS Ramai Serukan “Cancel ChatGPT", Claude Salip Jadi Nomor 1

Kompas.com, 2 Maret 2026, 11:02 WIB
Galuh Putri Riyanto,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Gelombang protes terhadap CEO OpenAI Sam Altman dan seruan "cancel ChatGPT" pecah di media sosial Amerika Serikat. Hal ini dipicu oleh keputusan perusahaan yang bekerja sama dengan Departemen Perang (Department of War/DoW) AS.

Sebelumnya lembaga eksekutif federal utama yang bertanggung jawab mengelola angkatan bersenjata AS, mulai dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, Marinir, Angkatan Udara, hingga Space Force dan Coast Guard ini dikenal sebagai Departemen Pertahanan AS.

Tak butuh waktu lama, tagar dan seruan “Cancel ChatGPT” ramai di platform media sosial, termasuk X Twitter dan Reddit.

Sejumlah pengguna mengaku berhenti berlangganan ChatGPT dan beralih ke pesaingnya, Claude, buatan perusahaan AI Anthropic.

Kontroversi ini bermula ketika Sam Altman mengumumkan bahwa OpenAI telah mencapai kesepakatan dengan Departemen Pertahanan AS untuk mengerahkan model AI mereka di jaringan terklasifikasi milik pemerintah.

Hal ini diumumkan pendiri ChatGPT pada Sabtu, 28 Februari waktu AS.

Baca juga: Kata Bos ChatGPT: Sebagus Apa Pun Idemu, Tak Ada yang Peduli

Dalam unggahannya, Altman menyatakan bahwa kerja sama tersebut tetap memegang dua prinsip keamanan terpenting.

"(Keduanya) adalah arangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom," tulis Altman di X.

"Departemen Perang menyetujui prinsip-prinsip ini, mencerminkannya dalam hukum dan kebijakan, dan kami memasukkannya ke dalam perjanjian kami.

OpenAI juga menyebut akan membangun perlindungan teknis tambahan, mengerahkan insinyur lapangan untuk pengawasan, serta membatasi penggunaan model hanya di jaringan cloud.

Namun, pernyataan tersebut tidak sepenuhnya meredam kekhawatiran publik.

Sebuah Community Note yang muncul di unggahan Altman menyebut pejabat pemerintah menyatakan model OpenAI dapat digunakan untuk “semua tujuan yang sah secara hukum”.

Frasa ini memicu kekhawatiran, terutama karena sejumlah undang-undang pasca peristiwa 11 September (11/9 dibaca Nine-Eleven) dinilai memberi ruang interpretasi luas terkait pengumpulan data.

Sikap Anthropic-Claude tegas tolak

Ilustrasi chatbot AI Claude bikinan Anthropic.searchenginejournal.com Ilustrasi chatbot AI Claude bikinan Anthropic.

Di tengah situasi itu, rival OpenAI, Anthropic, justru mengambil sikap berbeda.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau