KOMPAS.com - Konsol game lawas Microsoft Xbox One dikenal sebagai perangkat yang kebal hacker. Perangkat keluaran tahun 2013 ini sulit diretas atau di-jailbreak.
Bahkan ketika kompetitornya yaitu PlayStation 4 (keluaran 2013) di-jailbreak oleh peretas, Xbox One tetap “aman” terhadap upaya serupa.
Nah, setelah 12 tahun sejak dirilis pertama kali, Xbox One kini dibobol. Aksi ini dipamerkan oleh peneliti keamanan bernama Markus “Doom” Gaasedelen dalam konferensi keamanan RE//verse 2026 di Florida, Amerika Serikat (AS) pekan lalu.
Supaya bisa membobol sistem Xbox One, Markus menggunakan teknik eksploitasi baru yang ia beri nama “Bliss”.
Baca juga: Microsoft Berhenti Bikin Game Baru untuk Xbox One
Secara sederhana, eksploitasi ini menggunakan modifikasi pada komponen hardware Xbox One agar sistem keamanannya dapat ditembus.
Metode ini tergolong lebih rumit dibanding peretasan konsol game PS4 yang biasanya hanya mengandalkan celah software.
Adapun modifikasi yang dilakukan Markus mencakup:
Setelah dimodifikasi, Markus kemudian dapat memperoleh akses ke sistem Xbox One dengan level rendah (low-level access).
Selain itu, ia juga dapat mendekripsi game Xbox One yang sebelumnya dilindungi oleh sistem enkripsi, sehingga game yang dibeli bisa disimpan atau diabadikan (preserve) dalam waktu lama.
XBox One 1 TB bakal hadir dalam waktu dekat iniSalah satu alasan mengapa Xbox One baru berhasil diretas setelah 12 tahun diduga karena adanya fitur Developer Mode yang diperkenalkan Microsoft pada 2016.
Mode ini memungkinkan pengguna memasang aplikasi dan emulator secara resmi di konsol dengan berlangganan akses pengembang.
Karena sebagian besar pengguna yang melakukan jailbreak biasanya hanya ingin menjalankan emulator atau aplikasi tambahan, keberadaan Developer Mode diduga membuat minat untuk meretas Xbox One menjadi jauh berkurang.
Terlebih, proses jailbreak menggunakan metode Bliss ini melibatkan modifikasi hardware yang memerlukan upaya lebih.
Baca juga: Microsoft Akui Penjualan Xbox One Jauh di Bawah PlayStation 4
Eksploitasi lewat metode Bliss ini memungkinkan pengguna mendapatkan akses yang jauh lebih luas dibanding Developer Mode, termasuk kemampuan membuka enkripsi penuh pada game tadi.
Penting untuk dicatat, eksploit Bliss ini hanya bekerja pada model Xbox One generasi pertama.
Model yang lebih baru seperti Xbox One S dan Xbox One X tidak bisa diretas dengan metode tersebut.
Adapun Xbox One yang diretas menggunakan metode Bliss tidak dapat diperbaiki secara online karena melibatkan modifikasi hardware.
Artinya, celah tersebut tidak dapat diperbaiki oleh Microsoft melalui pembaruan firmware atau software sistem, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Kotaku.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang