AI Mulai Ambil Alih Coding, Peran Programer Bergeser

Kompas.com, Diperbarui 20/03/2026, 15:34 WIB
Marsha Bremanda,
Yudha Pratomo

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Profesi programmer identik dengan aktivitas menulis barisan kode (coding). Namun, di era kecerdasan buatan (AI), kesibukan itu mulai berubah. 

Kini, sebagian besar pekerjaan coding justru mulai diambil alih oleh AI. CEO Perplexity AI, Aravind Srinivas menyoroti perubahan ini. 

Ia menyampaikan pandangannya dengan mengutip ulang sebuah unggahan di media sosial yang membahas bagaimana model bahasa besar (LLM) mulai mengotomatisasi pekerjaan coding

Unggahan yang meraih lebih dari 15.000 like dan hampir satu juta tayangan itu juga menyatakan bahwa dampak dari otomatisasi AI adalah kembalinya ilmu komputer ke akar yang lebih dekat dengan matematika dan fisika. 

Menanggapi hal tersebut, Srinivas merespons singkat dengan mengatakan "well said". Responsnya seolah menandakan bahwa pandangan tersebut sejalan dengan apa yang kini mulai terjadi di industri.

Baca juga: AI Ambil Alih Coding di Spotify, Engineer Hanya Mengawasi

Peran programmer bergeser

Sejumlah data menunjukkan, AI memang mempercepat pekerjaan developer atau programmer. Dari hasil studi Microsoft pada 2023, misalnya, menemukan bahwa penggunaan GitHub Copilot terbukti meningkatkan pekerjaan hingga 55,8 persen. 

Sementara itu, indeks "AI Exposure" milik Anthropic menempatkan programmer pada tingkat cakupan tugas oleh LLM sekitar 75 persen, tertinggi dibanding profesi lain yang mereka teliti.

Data-data tersebut menunjukkan bahwa AI tidak hanya membuat proses coding menjadi lebih cepat, tetapi juga mampu menangani sebagian besar tugas dalam pekerjaan tersebut. 

Kendati demikian, perubahan yang terjadi tidak berhenti di soal efisiensi saja. Jika sebelumnya waktu programmer banyak dihabiskan untuk menulis dan merapikan kode, kini tugas-tugas tersebut mulai diotomatisasi AI. 

Dari yang biasanya harus menyusun struktur kode dasar lebih dulu, memperbaiki kesalahan sintaks, hingga menghasilkan potongan program, kini semuanya diganti dan dilakukan dengan bantuan model AI. 

Alhasil, fokus pekerjaan programmer atau software engineer pun ikut bergeser. Mereka tidak lagi hanya berkutat pada penulisan kode, melainkan lebih banyak memikirkan hal yang lebih kompleks. 

Sebagai contoh, bagaimana sistem bisa gagal, kompromi dalam desain (trade off), hingga memastikan arsitektur dapat tetap stabil sekalipun digunakan dalam skala besar. 

Situasi ini memunculkan pandangan bahwa ilmu komputer perlahan kembali ke akar awalnya, yakni logika, matematika, dan cara berpikir sistematis.

Pendapat serupa juga diungkapkan ole CEO Anthropic, Dario Amode, yang menyebut bahwa AI berpotensi menangani sebagian besar pekerjaan software engineer dalam 6 hingga 12 bulan ke depan.

Bahkan, kata Amode, beberapa engineer di Anthropic kini tidak lagi menulis kode secara langsung. Artinya, tugas utamanya sudah dipasrahkan untuk dikerjakan model AI.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau