Samsung dan AMD Kolaborasi Garap Chip AI, Ini yang Dikembangkan

Kompas.com, 24 Maret 2026, 16:06 WIB
Bill Clinten,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Samsung Electronics dan Advanced Micro Devices (AMD) resmi menjalin kerja sama strategis untuk mengembangkan chip kecerdasan buatan (AI) canggih.

Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding, MoU) di kompleks manufaktur canggih Samsung di Pyeongtaek, Korea Selatan.

Kerja sama ini bukan merupakan kerja sama baru, lantaran kedua perusahaan sebelumnya sudah bekerja sama di bidang lain selama sekitar dua dekade. 

Namun, kesepakatan terbaru ini menandai ekspansi besar dalam perjalanan kedua perusahaan, khususnya di sektor infrastruktur AI.

Samsung dan AMD sebenarnya tak mengumbar secara gamblang rencana mereka untuk menghadirkan chip AI canggih.

Tetapi, kolaborasi ini berpotensi akan membuka peluang kemitraan di bidang manufaktur chip (foundry). Sebab, Samsung berpotensi memproduksi chip AI generasi baru AMD di fasilitas pabriknya sendiri.

Jika terealisasi, langkah ini bisa menjadi dorongan besar bagi divisi foundry Samsung dalam upayanya mengamankan klien besar di tengah persaingan industri semikonduktor global.

Baca juga: China Berhasil Bikin Chip AI Analog 1.000x Lebih Kencang dari Nvidia dan AMD

Bikin memori untuk dukung AI

Selain berpotensi bikin chip AI, Samsung dan AMD juga akan fokus dalam pengembangan dan pasokan memori berkecepatan tinggi (High-Bandwidth Memory/HBM).

Memori HBM diketahui menjadi komponen krusial dalam pelatihan dan pemrosesan model AI berskala besar.

Nantinya, Samsung akan menjadi pemasok utama memori HBM4 generasi terbaru untuk GPU akselerator AI AMD mendatang, yakni Instinct MI455X.

Ilustrasi logo AMDInvestopedia Ilustrasi logo AMD

HBM4 buatan Samsung diklaim menawarkan performa tinggi dengan kecepatan pemrosesan hingga 13 Gbps dan bandwidth maksimum mencapai 3,3 TB per detik, sehingga dinilai mampu mendukung kebutuhan komputasi AI yang semakin kompleks.

Masih soal memori, kolaborasi Samsung dan AMD juga merambah ke pengembangan memori DDR5 yang dioptimalkan untuk prosesor server AMD generasi ke-6 EPYC dengan nama kode “Venice”.

Komponen ini akan menjadi bagian penting dari arsitektur rack-scale AMD Helios, yang dirancang untuk meningkatkan performa AI di pusat data berskala besar.

Dengan integrasi antara GPU, CPU, dan memori berperforma tinggi, Samsung dan AMD tampaknya ingin menghadirkan solusi infrastruktur AI yang lebih efisien dan mampu diskalakan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari AndroidHeadlines, belum ada informasi lanjutan soal kapan produk kolaborasi Samsung dan AMD akan terwujud. 

Namun yang jelas, melalui kolaborasi terbaru ini, Samsung berpeluang menjadi mitra kunci dalam roadmap AI AMD ke depan, sekaligus memperkuat posisinya dalam persaingan industri semikonduktor global yang semakin kompetitif.

Baca juga: Elon Musk Umumkan Proyek Terafab Rp 339 Triliun, Pabrik Chip Raksasa yang Belum Pernah Ada

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau