Microsoft Ancang-ancang Tuntut OpenAI, Imbas Proyek Agen AI

Kompas.com, 24 Maret 2026, 19:04 WIB
Lely Maulida,
Reza Wahyudi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Perusahaan kecerdasan buatan, OpenAI belum lama ini mengumumkan kerja sama dengan Amazon. Namun kemitraan ini memantik ketegangan OpenAI dengan Microsoft, karena kesepakatannya dinilai berpotensi melanggar perjanjian yang sudah terjalin sebelumnya.

Menurut laporan outlet media Financial Times (FT), inti perselisihan Microsoft dengan OpenAI yaitu berkaitan dengan platform AI terbaru OpenAI bernama Frontier.

Platform ini ditujukan untuk perusahaan besar, dengan konsep multi-agen yang menghubungkan sejumlah agen AI yang dapat bekerja layaknya karyawan digital, dengan memori bersama serta akses ke data bisnis.

Sederhananya, Frontier dirancang untuk memudahkan perusahaan mengintegrasikan AI ke dalam operasional mereka secara lebih kompleks dan terstruktur.

Masalah muncul karena perjanjian lama antara OpenAI dan Microsoft. Awalnya, Microsoft merupakan satu-satunya penyedia layanan cloud untuk OpenAI. Namun menurut perjanjian terbaru, OpenAI boleh menggunakan cloud pihak ketiga untuk produk non-API.

Akan tetapi menurut Microsoft, jika induk ChatGPT menyediakan akses Frontier melalui layanan cloud Amazon yakni AWS Bedrock, maka hal itu berpotensi melanggar kesepakatan antara Microsoft dengan OpenAI.

Sengketa ini juga menyentuh aspek teknis, yakni perbedaan antara sistem “stateless” (tidak menyimpan memori jangka panjang) dan “stateful” (menyimpan memori) pada model AI.

Secara umum, chatbot bersifat stateless. Meskipun terlihat merekam percakapan, sistem chatbot sebenarnya memproses ulang konteks dari awal setiap kali menerima input baru.

Sebaliknya, Frontier dinilai sebagai sistem stateful karena melibatkan lapisan penyimpanan dan orkestrasi yang memungkinkan agen AI berbagi memori dan konteks secara berkelanjutan.

Nah, bila Frontier menjalankan sistem itu di AWS, Microsoft menilai bahwa praktik tersebut bisa melanggar semangat maupun perjanjian kontrak.

Baca juga: Tesla dan xAI Bikin Macrohard, Proyek AI yang Pakai Nama Plesetan Microsoft

Laporan Financial Times juga menyebutkan bahwa Amazon disebut menginstruksikan karyawan untuk menghindari istilah seperti “mengakses” atau “memanggil” ChatGPT sebagai backend.

Sebagai gantinya, mereka diminta menggunakan istilah yang lebih umum seperti “didukung oleh” atau “terintegrasi dengan”.

Langkah ini dinilai sebagai upaya menghindari implikasi hukum terkait penggunaan teknologi OpenAI.

Adapun diskusi antara tim hukum Microsoft maupun OpenAI disebut berlangsung intens. Bahkan, seorang sumber internal Microsoft menyatakan secara tegas bahwa “Kami tahu kontrak kami, dan kami akan menggugat jika dilanggar.”

Di sisi lain, OpenAI meyakini bahwa kerja samanya dengan Amazon masih sesuai dengan perjanjian yang ada.

Bahkan, OpenAI dan Amazon disebut tengah mengembangkan sistem tertentu untuk menghindari potensi pelanggaran kontrak, dihimpun KompasTekno dari Toms Hardware.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau