DJI vs Insta360: Perang Paten Meletus di Industri Drone

Kompas.com, 25 Maret 2026, 16:04 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

Sumber Peta Pixel

KOMPAS.com - Produsen drone dan gimbal kamera asal China, DJI menggugat perusahaan kamera Insta360 atas dugaan pelanggaran paten, memicu konflik hukum antara dua pemain besar di industri imaging dan drone.

Menurut DJI, induk Insta360 yakni Arashi Vision melanggar enam jenis paten yang terkait dengan kontrol penerbangan drone, pemrosesan gambar, hingga desain hardware.

Merek drone kenamaan ini meyakini bahwa keenam paten itu merupakan miliknya, karena dikembangkan oleh mantan karyawan DJI yang bergabung ke Insta360 dalam kurun waktu kurang dari satu tahun setelah keluar.

Baca juga: Drone DJI Kini Bisa Dikontrol dari Apple Watch

Gugatan ini dilayangkan ke pengadilan di Shenzhen, lokasi di mana DJI dan Insta360 bermarkas.

Dalam hukum paten China, kondisi ini bisa memberi hak klaim kepada perusahaan lama jika inovasi yang dibuat masih berkaitan dengan pekerjaan sebelumnya.

Meski demikian, menurut pendiri Insta360, JK Liu, paten itu dikembangkan secara mandiri di perusahaannya.

Liu juga menyoroti salah satu paten terkait kontrol penerbangan, yakni fitur “building dive” atau terjun dari gedung ala FPV (first-person view) yang bisa dilakukan hanya dengan satu tombol. Padahal biasanya praktik ini dilakukan manual oleh pilot berpengalaman.

Menurut Liu, ide tersebut berasal dari dirinya secara langsung, dan bahkan belum diimplementasikan karena keterbatasan regulasi penerbangan.

Baca juga: Insta360 Luna Diumumkan, Kamera Vlogging Pesaing Osmo Pocket 3

Dalam tanggapan yang diunggah di media sosial Weibo itu, Liu juga menegaskan bahwa Insta360 tidak menyembunyikan karyawan penemu paten, sebagaimana tudingan DJI.

Yang dia lakukan hanya perlindungan standar seperti praktik umumnya dilakukan berbagai perusahaan.

Lebih lanjut Liu menyatakan bahwa perusahaan belum banyak memakai paten yang diperkarakan, karena dinilai sudah lawas.

Kamera aksi Insta360 X4 Air resmi dirilis dengan banderol harga mulai 399,9 dollar AS atau sekitar Rp 6,6 jutaan.Insta360 Kamera aksi Insta360 X4 Air resmi dirilis dengan banderol harga mulai 399,9 dollar AS atau sekitar Rp 6,6 jutaan.

"Sebagian besar paten terkait drone yang dipermasalahkan dalam kasus ini, diajukan lebih dari empat tahun yang lalu. Sejak itu, roadmap kami telah berubah signifikan, dan banyak paten yang belum pernah digunakan," jelas Liu.

Insta360 tuduh balik

Dalam posting yang sama, Liu justru menuduh DJI lah yang telah melanggar paten miliknya, termasuk soal kamera 360 serta kamera aksi.

Baca juga: Drone Buatan Asing Dilarang Masuk Amerika, DJI Protes

Menurut Liu, tim Insta360 menemukan setidaknya 28 paten yang berpotensi dilanggar oleh DJI, mencakup aspek hardware, software, metode kontrol, hingga aksesori. Meski demikian, Insta360 memilih tidak membawa temuan ini ke meja hijau karena ingin fokus pada inovasi ketimbang litigasi.

Adapun soal gugatan DJI, Liu menegaskan pihaknya menunggu proses hukum berjalan, termasuk menghormati pengumpulan bukti serta proses investigasi.

Pada saat yang sama Insta360 diklaim akan tetap fokus meluncurkan 7-8 produk baru, termasuk kamera gimbal, mikrofon hingga drone.

Sementara itu DJI belum memberikan komentar lebih lanjut terkait gugatannya ini, dihimpun KompasTekno dari PetaPixel.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau