KOMPAS.com - Sony Jepang mengumumkan tidak lagi menerima pesanan untuk hampir seluruh lini kartu memori CFexpress dan SD (Secure Digital), mulai 27 Maret 2026.
Keputusan ini diambil karena “kekurangan global semikonduktor (memori) dan faktor lainnya”, serta adanya proyeksi bahwa pasokan tidak akan mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui laman resmi produk Sony di Jepang, mencakup pesanan dari distributor resmi maupun konsumen di Sony Store, tanpa batas waktu yang jelas kapan penangguhan ini akan berakhir.
Baca juga: Sony Naikkan Harga Konsol PS5 dan PS5 Pro di Sejumlah Negara
Sony juga menjadi perusahaan besar pertama yang benar-benar menghentikan pemesanan kartu memori, bukan sekadar menaikkan harga atau memperpanjang waktu pengiriman.
Produk yang terdampak mencakup hampir seluruh lini utama. Untuk kartu CFexpress Type A, penghentian ini meliputi kapasitas 240 GB, 480 GB, 960 GB, hingga 1.920 GB.
Sementara itu, untuk CFexpress Type B, model yang terdampak mencakup varian 240 GB dan 480 GB.
Tak hanya itu, lini kartu SD kelas atas juga ikut terkena dampak, termasuk seri SDXC/SDHC dengan label TOUGH berkapasitas 64 GB, 128 GB, dan 256 GB, serta seri reguler SF-M dan SF-E dengan kapasitas mulai dari 64 GB hingga 512 GB.
Baca juga: Samsung Umumkan Kartu Memori MicroSD yang Sekencang SSD
Kartu SD kelas bawah seperti varian 64 GB dan 128 GB dengan rating V30 juga ikut terdampak penghentian pesanan. Hal ini menunjukkan bahwa krisis pasokan tidak hanya terjadi pada segmen performa tinggi, tetapi juga telah merembet ke seluruh lini produksi NAND flash.
Namun demikian, tidak semua produk dihentikan. Dua lini yang disebut masih tersedia adalah CFexpress Type B 960 GB serta kartu SD entry-level dari seri SF-UZ, dilansir PetaPixel.
Kartu Sony CFexpress.Sony menyebut penghentian ini bersifat sementara, meski belum memberikan kepastian kapan distribusi akan kembali normal.
“Kami akan mempertimbangkannya sambil memantau kondisi pasokan, dan akan mengumumkannya secara terpisah melalui halaman informasi produk,” demikian pernyataan perusahaan.
Dikutip KompasTekno dari Toms Hardware, fakta bahwa Sony menghentikan seluruh pesanan, alih-alih sekadar memperpanjang waktu pengiriman atau membuka sistem inden, mengindikasikan bahwa perusahaan kesulitan mendapatkan pasokan NAND flash.
Pasokan komponen NAND flash memang tengah tertekan akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI di tengah krisis memori global.
Permintaan dari pusat data untuk melatih dan menjalankan model AI menyerap pasokan besar chip memori seperti DRAM dan NAND flash.
Baca juga: Saat Harga Memori Naik, Vendor China Ini Malah Jual RAM Murah
Akibatnya, produsen komponen lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan AI yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan produk konsumen seperti kartu memori.
Pada Februari, TrendForce merevisi proyeksi harga kontrak DRAM kuartal I-2026 menjadi naik sekitar 90–95 persen secara kuartalan.
Sementara itu, harga NAND flash juga diperkirakan melonjak 55–60 persen dalam periode yang sama.
CEO Phison bahkan memperingatkan bahwa kelangkaan NAND bisa membuat sejumlah perusahaan elektronik konsumen berhenti beroperasi tahun ini.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang