Sony Setop Jual Kartu Memori SD Card dan CFexpress gara-gara AI

Kompas.com, 29 Maret 2026, 19:03 WIB
Lely Maulida,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sony Jepang mengumumkan tidak lagi menerima pesanan untuk hampir seluruh lini kartu memori CFexpress dan SD (Secure Digital), mulai 27 Maret 2026.

Keputusan ini diambil karena “kekurangan global semikonduktor (memori) dan faktor lainnya”, serta adanya proyeksi bahwa pasokan tidak akan mampu memenuhi permintaan dalam waktu dekat.

Pengumuman tersebut disampaikan melalui laman resmi produk Sony di Jepang, mencakup pesanan dari distributor resmi maupun konsumen di Sony Store, tanpa batas waktu yang jelas kapan penangguhan ini akan berakhir.

Baca juga: Sony Naikkan Harga Konsol PS5 dan PS5 Pro di Sejumlah Negara

Sony juga menjadi perusahaan besar pertama yang benar-benar menghentikan pemesanan kartu memori, bukan sekadar menaikkan harga atau memperpanjang waktu pengiriman.

Produk yang terdampak

Produk yang terdampak mencakup hampir seluruh lini utama. Untuk kartu CFexpress Type A, penghentian ini meliputi kapasitas 240 GB, 480 GB, 960 GB, hingga 1.920 GB.

Sementara itu, untuk CFexpress Type B, model yang terdampak mencakup varian 240 GB dan 480 GB.

Tak hanya itu, lini kartu SD kelas atas juga ikut terkena dampak, termasuk seri SDXC/SDHC dengan label TOUGH berkapasitas 64 GB, 128 GB, dan 256 GB, serta seri reguler SF-M dan SF-E dengan kapasitas mulai dari 64 GB hingga 512 GB.

Baca juga: Samsung Umumkan Kartu Memori MicroSD yang Sekencang SSD

Kartu SD kelas bawah seperti varian 64 GB dan 128 GB dengan rating V30 juga ikut terdampak penghentian pesanan. Hal ini menunjukkan bahwa krisis pasokan tidak hanya terjadi pada segmen performa tinggi, tetapi juga telah merembet ke seluruh lini produksi NAND flash.

Namun demikian, tidak semua produk dihentikan. Dua lini yang disebut masih tersedia adalah CFexpress Type B 960 GB serta kartu SD entry-level dari seri SF-UZ, dilansir PetaPixel.

Kartu Sony CFexpress.PetaPixel. Kartu Sony CFexpress.

Sony menyebut penghentian ini bersifat sementara, meski belum memberikan kepastian kapan distribusi akan kembali normal.

“Kami akan mempertimbangkannya sambil memantau kondisi pasokan, dan akan mengumumkannya secara terpisah melalui halaman informasi produk,” demikian pernyataan perusahaan.

Dikutip KompasTekno dari Toms Hardware, fakta bahwa Sony menghentikan seluruh pesanan, alih-alih sekadar memperpanjang waktu pengiriman atau membuka sistem inden, mengindikasikan bahwa perusahaan kesulitan mendapatkan pasokan NAND flash.

AI jadi salah satu penyebab

Pasokan komponen NAND flash memang tengah tertekan akibat lonjakan permintaan dari pusat data AI di tengah krisis memori global.

Permintaan dari pusat data untuk melatih dan menjalankan model AI menyerap pasokan besar chip memori seperti DRAM dan NAND flash.

Baca juga: Saat Harga Memori Naik, Vendor China Ini Malah Jual RAM Murah

Akibatnya, produsen komponen lebih memprioritaskan produksi untuk kebutuhan AI yang dinilai lebih menguntungkan dibandingkan produk konsumen seperti kartu memori.

Pada Februari, TrendForce merevisi proyeksi harga kontrak DRAM kuartal I-2026 menjadi naik sekitar 90–95 persen secara kuartalan.

Sementara itu, harga NAND flash juga diperkirakan melonjak 55–60 persen dalam periode yang sama.

CEO Phison bahkan memperingatkan bahwa kelangkaan NAND bisa membuat sejumlah perusahaan elektronik konsumen berhenti beroperasi tahun ini.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau