Respons PP Tunas, Roblox Siapkan Mode Offline untuk Pengguna Anak

Kompas.com, 29 Maret 2026, 10:29 WIB
Shela Octavia,
Reska K. Nistanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Platform game Roblox disebut tengah menyiapkan fitur khusus berupa mode offline (luring) untuk pengguna anak, sebagai respons terhadap penerapan PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas.

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, skema tersebut ditujukan untuk membatasi akses anak terhadap fitur online di platform Roblox.

“Roblox menyampaikan rencana penyesuaian fitur untuk pengguna di bawah 13 tahun yang hanya bisa bermain secara offline,” ujar Meutya dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Menurut Meutya, langkah Roblox ini merupakan bagian dari penyesuaian terhadap aturan pemerintah yang resmi berlaku pada Sabtu (28/3/2026).

Baca juga: PP Tunas Adalah Apa? Ini Aturan Baru Komdigi yang Blokir Akun Anak di Medsos mulai 28 Maret

Kendati demikian, ia menekankan bahwa rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan dan belum dijelaskan secara rinci terkait waktu implementasinya.

“Penyampaian kepada tim kami untuk sementara dan masih ongoing bahwa kemungkinan memang di bawah usia tertentu dari online akan di-off-kan,” kata Meutya.

Meski mode offline tidak secara eksplisit diatur dalam PP Tunas, pemerintah tetap mengapresiasi langkah awal Roblox dalam merespons kebijakan tersebut.

Platform lain mulai menyesuaikan

Selain Roblox, sejumlah platform digital lain juga mulai melakukan penyesuaian kebijakan seiring implementasi PP Tunas.

Platform X misalnya, telah lebih dulu mengubah batas usia minimum pengguna menjadi 16 tahun di Indonesia.

Sementara itu, Bigo Live juga menaikkan batas usia minimum menjadi 18 tahun ke atas, termasuk memperbarui ketentuan penggunaan dan kebijakan privasi di platformnya.

Adapun TikTok disebut masih dalam proses penyesuaian teknis dan meminta waktu tambahan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku.

Implementasi bertahap

Komdigi menilai, respons dari platform-platform digital ini menunjukkan arah kepatuhan terhadap regulasi, meskipun implementasinya dilakukan secara bertahap.

Pemerintah pun terus mendorong seluruh penyelenggara sistem elektronik (PSE) untuk segera menyesuaikan layanan mereka agar sesuai dengan ketentuan perlindungan anak di ruang digital.

Aturan PP Tunas sendiri mewajibkan pembatasan akses bagi pengguna anak, khususnya pada platform yang dinilai memiliki risiko tinggi, seperti media sosial dan layanan berbasis interaksi daring.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau