Claude Mythos, AI yang Terlalu Berbahaya untuk Dirilis?

Kompas.com, 31 Maret 2026, 09:42 WIB
Reska K. Nistanto

Penulis

Sumber Mashable

KOMPAS.com - Model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dikembangkan Anthropic, bernama “Claude Mythos”, disebut-sebut memiliki kemampuan yang begitu canggih hingga dinilai terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik.

Keberadaan model ini pertama kali terungkap melalui laporan Fortune, yang kemudian dikonfirmasi langsung oleh Anthropic.

Dalam pernyataan kepada Fortune setelah kebocoran terjadi, juru bicara Anthropic menggambarkan Claude Mythos sebagai lompatan besar dalam performa AI, serta menyebutnya sebagai model “paling mumpuni yang pernah kami buat hingga saat ini.”

Terlalu bahaya untuk dirilis?

Salah satu kekhawatiran utama adalah kemampuannya dalam bidang keamanan siber. Model ini dilaporkan mampu melakukan simulasi hingga potensi eksekusi serangan siber otomatis dalam skala besar.

Baca juga: Saat AI Claude Bantu Matematikawan Menyelesaikan Soal Sulit…

Jika teknologi semacam ini jatuh ke tangan yang salah, serangan siber bisa menjadi jauh lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi dibandingkan metode konvensional yang masih bergantung pada intervensi manusia.

Selama ini, perusahaan keamanan siber mengandalkan deteksi berbasis pola dan respons manual. Namun dengan hadirnya AI yang mampu belajar dan bertindak secara mandiri, ancaman dapat berkembang lebih cepat dibanding kemampuan sistem pertahanan untuk mengantisipasinya.

Jika kemampuan tersebut disalahgunakan, AI semacam ini berpotensi mempercepat dan memperluas serangan siber tanpa keterlibatan manusia secara langsung.

Guncang saham keamanan siber

Kekhawatiran tersebut langsung tercermin di pasar keuangan, khususnya sektor keamanan siber, dilansir KompasTekno dari Mashable.

Laporan menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber secara kolektif sempat menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS dalam satu hari setelah informasi tentang Claude Mythos beredar.

Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa AI generasi baru dapat melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini.

Logo perusahaan kecerdasan buatan Anthropic saat ditampilkan di Paris, Perancis, 13 Februari 2026.AFP/JOEL SAGET Logo perusahaan kecerdasan buatan Anthropic saat ditampilkan di Paris, Perancis, 13 Februari 2026.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar juga dilaporkan mengalami tekanan, dengan penurunan harian di kisaran beberapa persen, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa teknologi AI ofensif akan berkembang lebih cepat dibanding solusi pertahanannya.

Dalam satu hari perdagangan, kapitalisasi pasar sektor ini dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi AI.

Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, saat kabar soal Mythos ini beredar.

  • Saham Palo Alto Networks turun sekitar 6–7,5 persen
  • CrowdStrike melemah sekitar 5–7,2 persen
  • Zscaler anjlok hingga 5–8 persen
  • SentinelOne turun sekitar 8 persen
  • Fortinet turun sekitar 2,4–4,8 persen

Bahkan, beberapa perusahaan lain mengalami penurunan lebih dalam, Okta turun sekitar 7 persen, Tenable disebut sempat merosot hingga sekitar 11 persen.

Secara keseluruhan, sektor ini mengalami tekanan luas, dengan ETF keamanan siber juga ikut melemah sekitar 3–4 persen dalam periode yang sama.

Baca juga: Ikuti ChatGPT dan Anthropic, Microsoft Rilis AI Kesehatan Copilot Health

Investor menilai, jika AI mampu melakukan eksploitasi celah keamanan secara otomatis dan masif, maka model bisnis perusahaan keamanan siber bisa terdampak signifikan.

Belum dirilis

Meski telah dikembangkan, Anthropic hingga kini belum merilis Claude Mythos secara luas.

Perusahaan disebut masih menahan peluncuran model ini, antara lain karena tingginya risiko penyalahgunaan serta biaya operasional yang besar.

Langkah ini mencerminkan kehati-hatian dalam pengembangan AI generasi baru yang berpotensi membawa dampak luas.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau