Penulis
KOMPAS.com - Model kecerdasan buatan (AI) terbaru yang dikembangkan Anthropic, bernama “Claude Mythos”, disebut-sebut memiliki kemampuan yang begitu canggih hingga dinilai terlalu berbahaya untuk dirilis ke publik.
Keberadaan model ini pertama kali terungkap melalui laporan Fortune, yang kemudian dikonfirmasi langsung oleh Anthropic.
Dalam pernyataan kepada Fortune setelah kebocoran terjadi, juru bicara Anthropic menggambarkan Claude Mythos sebagai lompatan besar dalam performa AI, serta menyebutnya sebagai model “paling mumpuni yang pernah kami buat hingga saat ini.”
Salah satu kekhawatiran utama adalah kemampuannya dalam bidang keamanan siber. Model ini dilaporkan mampu melakukan simulasi hingga potensi eksekusi serangan siber otomatis dalam skala besar.
Baca juga: Saat AI Claude Bantu Matematikawan Menyelesaikan Soal Sulit…
Jika teknologi semacam ini jatuh ke tangan yang salah, serangan siber bisa menjadi jauh lebih cepat, masif, dan sulit dideteksi dibandingkan metode konvensional yang masih bergantung pada intervensi manusia.
Selama ini, perusahaan keamanan siber mengandalkan deteksi berbasis pola dan respons manual. Namun dengan hadirnya AI yang mampu belajar dan bertindak secara mandiri, ancaman dapat berkembang lebih cepat dibanding kemampuan sistem pertahanan untuk mengantisipasinya.
Jika kemampuan tersebut disalahgunakan, AI semacam ini berpotensi mempercepat dan memperluas serangan siber tanpa keterlibatan manusia secara langsung.
Kekhawatiran tersebut langsung tercermin di pasar keuangan, khususnya sektor keamanan siber, dilansir KompasTekno dari Mashable.
Laporan menyebutkan, nilai kapitalisasi pasar perusahaan keamanan siber secara kolektif sempat menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS dalam satu hari setelah informasi tentang Claude Mythos beredar.
Penurunan ini dipicu oleh kekhawatiran investor bahwa AI generasi baru dapat melemahkan efektivitas sistem keamanan yang ada saat ini.
Logo perusahaan kecerdasan buatan Anthropic saat ditampilkan di Paris, Perancis, 13 Februari 2026.Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar juga dilaporkan mengalami tekanan, dengan penurunan harian di kisaran beberapa persen, seiring meningkatnya kekhawatiran bahwa teknologi AI ofensif akan berkembang lebih cepat dibanding solusi pertahanannya.
Dalam satu hari perdagangan, kapitalisasi pasar sektor ini dilaporkan menyusut sekitar 14,5 miliar dollar AS, seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap potensi disrupsi AI.
Sejumlah saham perusahaan keamanan siber besar tercatat mengalami penurunan signifikan pada Kamis, 27 Maret 2026, saat kabar soal Mythos ini beredar.
Bahkan, beberapa perusahaan lain mengalami penurunan lebih dalam, Okta turun sekitar 7 persen, Tenable disebut sempat merosot hingga sekitar 11 persen.
Secara keseluruhan, sektor ini mengalami tekanan luas, dengan ETF keamanan siber juga ikut melemah sekitar 3–4 persen dalam periode yang sama.
Baca juga: Ikuti ChatGPT dan Anthropic, Microsoft Rilis AI Kesehatan Copilot Health
Investor menilai, jika AI mampu melakukan eksploitasi celah keamanan secara otomatis dan masif, maka model bisnis perusahaan keamanan siber bisa terdampak signifikan.
Meski telah dikembangkan, Anthropic hingga kini belum merilis Claude Mythos secara luas.
Perusahaan disebut masih menahan peluncuran model ini, antara lain karena tingginya risiko penyalahgunaan serta biaya operasional yang besar.
Langkah ini mencerminkan kehati-hatian dalam pengembangan AI generasi baru yang berpotensi membawa dampak luas.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang