KOMPAS.com - Kerusuhan di Meksiko meluas pascetewasnya gembong narkoba paling dicari di Meksiko, “El Mencho”.
Bahkan pada Minggu (22/2/2026) pemerintah mengimbau turis yang berada di kawasan kota tepi laut Meksiko, Puerto Vallarta untuk tidak keluar dari resor karena akan terjadi bentrokan di daerah tersebut.
Dilansir dari Fox 35 Orlando, dalam foto dan video yang dibagikan Fox News Digital, memperlihatkan kepulauan asap hitam pekat yang menyelimuti cakrawala kota. Tepatnya di kawasan Pantau Pasifik Meksiko, di negara bagian Jalisco.
Baca juga: Meski Negara Tropis, Indonesia Sabet Juara 2 Lomba Patung Salju Sapporo 2026
Turis yang menginap di resor yang ada di kawasan tersebut mengaku mereka diminta untuk tetap berada di dalam resor, tanpa ada alasan yang diberikan secara langsung.
Tidak hanya itu, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat juga mengeluarkan peringatan perjalanan untuk beberapa wilayah di Meksiko pada Minggu (22/2/2026) sore.
Pemerintah AS mendesak warga AS yang ada di Meksiko untuk tetap berada di tempat tinggal mereka sampai pemberitahuan lebih lanjut.
Alasannya, karena adanya operasi keamanan yang sedang berlangsung, jalan diblokade, dan aktivitas kriminal tengah memanas di sana.
Peringatan ini dikeluarkan untuk sebagian wilayah negara bagian Jalisco, termasuk Puerto Vallarta, Chapala, dan Guadalajara.
Lalu, di negara bagian Tamaulipas, termasuk Reynosa dan kota-kota lainnya. Serta wilayah negara bagian Michoacan, Guerrero, dan Nuevo Leon.
Baca juga: Imbas Kerusuhan di Meksiko, Turis Terjebak Tak Bisa Pulang
Gubernur Jalisco, Pablo Lemus Navarro, mengumumkan dalam sebuah unggahan di X bahwa pasukan federal melakukan "operasi" di kota Tapalpa pada Minggu pagi, yang menyebabkan "bentrokan" di daerah tersebut.
"Sebagai akibat dari operasi tersebut, di berbagai titik di wilayah itu, dan di bagian lain Jalisco, sejumlah individu telah membakar dan memblokir kendaraan dengan tujuan menghalangi tindakan pihak berwenang," tulis Navarro dalam unggahan berbahasa Spanyol.
Dalam beberapa unggahan, Navarro juga menulis "insiden kekerasan telah meluas" dan "blokade telah bergeser" seiring pemerintah dan penegak hukum berupaya melindungi warga negara.
Navarro menambahkan bahwa pemerintah telah memberlakukan " Kode Merah " untuk menjaga keselamatan publik.
"Kami kembali mengingatkan untuk menghindari meninggalkan rumah. Bentrokan terjadi di beberapa wilayah federal," tulis Navarro.
Sebelumnya, diberitakan Kompas.com (24/2/2026) bentrokan di Meksiko ini bermula dari tewasnya gembong narkoba paling dicari di Meksiko, “El Mencho".
Baca juga: Rute KRL Jakarta akan Diperpanjang sampai Cikampek dan Sukabumi pada 2026