Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penumpang Kapal Pesiar Wajib Bayar Tambahan Rp 400.000 karena Harga Minyak Naik

Kompas.com, 20 Maret 2026, 19:07 WIB
Krisda Tiofani,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sejumlah merek kapal pesiar mewah mengumumkan tarif tambahan usai harga minyak dunia melonjak, imbas perang Iran-Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Tamu kapal pesiar Genting Dream atau Star Voyager setidaknya harus membayar biaya tambahan sebesar 15 dollar AS atau sekitar Rp 250.000 per orang.

Biaya tambahan kapal pesiar ini berlaku mulai 20 Maret 2026 untuk penumpang berusia dua tahun ke atas.

Baca juga: Penyeberangan Ketapang-Gilimanuk Mulai Ramai, Jumlah Kapal Ditambah

"Biaya tambahan ini ditentukan berdasarkan persyaratan operasional setiap kapal dan rute perjalanan. Oleh karena itu dapat bervariasi di seluruh armada kami," demikian pernyataan Dream Cruises dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).

Kapal pesiar Genting Dream yang berangkat dari Singapura dan sekitarnya, dikenakan biaya tambahan sebesar 15 dolar Singapura atau sekitar Rp 200.000 per tamu per malam.

Kapal pesiar Star Voyager juga menyampaikan hal serupa melalui keterangan resmi yang diunggah di situs resmi mereka.

"Untuk pelayaran Star Voyager yang berangkat dari Hong Kong, dikenakan biaya tambahan bahan bakar sebesar 200 dolar Hong Kong (Rp 450.000) per tamu per malam," tulis Star Voyager.

Baca juga: Mudik Lebaran 2026, Pemprov Maluku Utara Diskon Berikan 50 Persen Tiket Kapal dan Bus Gratis

Kolam renanh yang terdapat pada dek teratas di kapal pesiar Genting Dream CruisesKOMPAS.COM/Ardito Ramadhan D Kolam renanh yang terdapat pada dek teratas di kapal pesiar Genting Dream Cruises

Kedua merek kapal pesiar mewah ini menuliskan bahwa biaya tambahan bahan bakar secara otomatis ditambahkan ke tagihan para tamu kapal pesiar sebelum turun dari kapal.

Lebih lanjut, biaya tambahan ini akan ditinjau sesuai dengan pergerakan harga bahan bakar dan dapat disesuaikan lebih murah bila harga minyak turun, atau direvisi untuk pemesanan baru bila harga minyak terus naik.

Di sisi lain, kapal pesiar World Cruises mengatakan bahwa mereka tidak memiliki rencana untuk menambahkan biaya tambahan bahan bakar kepada tamu.

Baca juga: Intip Disney Adventure, Kapal Pesiar Disney Pertama di Asia dengan Wahana Marvel

“Meskipun kami terus memantau kondisi pasar global dengan cermat, setiap penyesuaian di masa mendatang akan dipertimbangkan dengan saksama dengan pengalaman tamu sebagai prioritas utama dalam pengambilan keputusan kami,” demikian pernyataan World Cruises, seperti dikutip The Straits Times, Jumat (20/3/2026).

Untuk diketahui, beberapa operator kapal feri mengumumkan bahwa mereka akan mengenakan biaya tambahan bahan bakar mulai sebesar 6 dolar AS atau Rp 100.00-an untuk perjalanan satu arah yang berangkat dari Singapura mulai 12 Maret.

Biaya tambahan sekitar 11 dolar AS atau sekitar Rp 186.000-an juga berlaku untuk perjalanan pulang pergi antara Singapura dan Batam, Indonesia, dan 12 dolar AS  atau Rp 200.000-an untuk perjalanan pulang pergi antara Singapura dan Bintan, Indonesia.

Baca juga: Robert Downey Jr Resmikan Disney Adventure, Kapal Pesiar Disney Pertama di Asia

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau