Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penumpang Meninggal Dunia saat Naik Pesawat ke London, Jenazah Disimpan di Dapur

Kompas.com, 25 Maret 2026, 17:00 WIB
Devi Ramadhany,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

Sumber The Sun

KOMPAS.com - Seorang penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam penerbangan jarak jauh pada maskapai British Airways dari Hong Kong menuju London, Inggris.

Insiden ini memicu perhatian setelah jenazah korban tersebut disimpan di dapur pesawat selama lebih dari 13 jam.

Dilansir dari The Sun, peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat baru sekitar satu jam mengudara.

Korban, seorang perempuan berusia sekitar 60-an tahun, dinyatakan meninggal dunia di dalam pesawat.

Baca juga: 23 Maskapai Masih Setop Penerbangan ke Timur Tengah, Ini Daftarnya

Alih-alih kembali ke bandara asal, pilot memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju London.

Keputusan ini disebut bukan hal yang tidak biasa dalam penerbangan jarak jauh, karena kondisi penumpang yang sudah meninggal tidak lagi dikategorikan sebagai keadaan darurat medis.

Awak kabin kemudian membungkus jenazah dan memindahkannya ke bagian belakang pesawat, tepatnya di area dapur pesawat.

Baca juga: Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi

Sebelumnya, sempat ada usulan untuk menempatkan jenazah di dalam toilet pesawat, tetapi  opsi tersebut ditolak oleh pihak kru pesawat.

Masalah muncul karena area dapur pesawat tersebut dilaporkan memiliki lantai berpemanas.

Sejumlah penumpang mengaku mencium bau tidak sedap menjelang akhir penerbangan yang berlangsung selama 13 jam.

Baca juga: 5 Penerbangan Internasional di Bali yang Dibatalkan akibat Konflik AS-Iran

Selain itu, keluarga korban dan awak kabin disebut mengalami tekanan emosional selama penerbangan berlangsung.

Bahkan, beberapa kru pesawat dilaporkan membutuhkan waktu istirahat setelah kejadian tersebut.

Setibanya di Bandara Heathrow, London, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan.

Seluruh penumpang diminta tetap berada di kursi selama sekitar 45 menit untuk kepentingan investigasi.

Pihak British Airways menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.

Baca juga: British Airways Larang Pilot dan Pramugarinya Minum Kopi dan Teh di Tempat Umum

Maskapai juga menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Kami turut berduka cita kepada keluarga dan kerabat penumpang. Awak kami telah mengikuti semua prosedur dengan benar,” ujar pernyataan resmi maskapai.

Insiden ini menyoroti tantangan penanganan kondisi darurat, khususnya kematian penumpang, di dalam pesawat yang memiliki ruang terbatas dan opsi penanganan yang minim.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau