KOMPAS.com - Seorang penumpang dilaporkan meninggal dunia dalam penerbangan jarak jauh pada maskapai British Airways dari Hong Kong menuju London, Inggris.
Insiden ini memicu perhatian setelah jenazah korban tersebut disimpan di dapur pesawat selama lebih dari 13 jam.
Dilansir dari The Sun, peristiwa tersebut terjadi ketika pesawat baru sekitar satu jam mengudara.
Korban, seorang perempuan berusia sekitar 60-an tahun, dinyatakan meninggal dunia di dalam pesawat.
Baca juga: 23 Maskapai Masih Setop Penerbangan ke Timur Tengah, Ini Daftarnya
Alih-alih kembali ke bandara asal, pilot memutuskan untuk melanjutkan perjalanan menuju London.
Keputusan ini disebut bukan hal yang tidak biasa dalam penerbangan jarak jauh, karena kondisi penumpang yang sudah meninggal tidak lagi dikategorikan sebagai keadaan darurat medis.
Awak kabin kemudian membungkus jenazah dan memindahkannya ke bagian belakang pesawat, tepatnya di area dapur pesawat.
Baca juga: Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Sirael, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi
Sebelumnya, sempat ada usulan untuk menempatkan jenazah di dalam toilet pesawat, tetapi opsi tersebut ditolak oleh pihak kru pesawat.
Masalah muncul karena area dapur pesawat tersebut dilaporkan memiliki lantai berpemanas.
Sejumlah penumpang mengaku mencium bau tidak sedap menjelang akhir penerbangan yang berlangsung selama 13 jam.
Baca juga: 5 Penerbangan Internasional di Bali yang Dibatalkan akibat Konflik AS-Iran
Selain itu, keluarga korban dan awak kabin disebut mengalami tekanan emosional selama penerbangan berlangsung.
Bahkan, beberapa kru pesawat dilaporkan membutuhkan waktu istirahat setelah kejadian tersebut.
Setibanya di Bandara Heathrow, London, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan.
Seluruh penumpang diminta tetap berada di kursi selama sekitar 45 menit untuk kepentingan investigasi.
Pihak British Airways menyampaikan belasungkawa atas kejadian tersebut.
Baca juga: British Airways Larang Pilot dan Pramugarinya Minum Kopi dan Teh di Tempat Umum
Maskapai juga menegaskan bahwa seluruh prosedur penanganan telah dijalankan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kami turut berduka cita kepada keluarga dan kerabat penumpang. Awak kami telah mengikuti semua prosedur dengan benar,” ujar pernyataan resmi maskapai.
Insiden ini menyoroti tantangan penanganan kondisi darurat, khususnya kematian penumpang, di dalam pesawat yang memiliki ruang terbatas dan opsi penanganan yang minim.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang