KOMPAS.com - Bepergian menggunakan pesawat perlu melewati beberapa prosedur untuk bisa masuk ke dalam pesawat.
Mulai dari check-in, drop bagasi, melewati gerbang pemeriksaan keamanan, hingga penumpang menemukan ruang boarding.
Maka tidak heran, penumpang pesawat usia anak-anak, apalagi yang belum pernah naik pesawat sendiri, diminta untuk terbang dengan pengawasan pendamping supaya tidak bingung.
Baca juga: Mau Naik Pesawat Saat Bulan Puasa? Siapkan 4 Hal Ini
Namun, bagi para orangtua yang tidak bisa mendampingi sang anak untuk naik pesawat, bisa memanfaatkan layanan khusus dari maskapai untuk mendampingi anak jika naik pesawat sendirian.
Lantas, bagaimana caranya?
Baca juga: Jangan Bercanda tentang Bom Saat Naik Pesawat, Awas Bisa Dipenjara
Layanan khusus berupa pendamping untuk anak yang terbang sendirian naik pesawat, akrab disebut dengan layanan Unccompanied Minor (UM).
Sederhananya, dalam layanan ini orangtua bisa menitipkan sang anak kepada pihak maskapai, supaya dibantu mendampingi selama penerbangan.
Menambahkan dari Kompas.com, maskapai penerbangan diwajibkan menyediakan petugas yang menangani Unaccompanied Minor pada proses pre-flight, in-flight, dan post flight, termasuk pada saat transit (pindah) pesawat.
Kewajiban tersebut tertuang pada Pasal 42 Ayat 5 dalam Peraturan Menteri 185 Tahun 2015. Dalam pasal tersebut, menyebutkan bahwa:
"Untuk kenyamanan, keselamatan dan optimalisasi pelayanan, jumlah total penumpang disabilitas dan anak-anak tanpa pendamping (unaccompanied minor) hanya boleh diangkut sebanyak-banyaknya 10 persen (sepuluh perseratus) dari total kapasitas pesawat udara yang digunakan per penerbangan".
Baca juga: Power Bank Boleh Dibawa Naik Pesawat, Tapi Ada Syaratnya!
Seperti layanan di maskapai Pelita Air, layanan UM ini diberikan untuk anak usia enam sampai 12 tahun.
"Untuk usia 13-17 tahun, mereka sebenarya sudah boleh jalan sendiri tanpa layanan UM, tapi jika orangtua mau ada pendampingan ekstra, layanan ini tetap bisa dipilih," dikutip dari laman resmi Pelita Air, setelah Kompas.com konfirmasi melalui Corporate Secretary Pelita Air Patria Rhamadonna via Whatsapp, Kamis (26/3/2026).
Untuk layanan UM di Pelita Air, sebelum hari keberangkatan, orangtua perlu mendaftarkan layanan UM melalui contact center, atau langsung ke konter customer service Pelita Air di bandara saat keberangkatan.
Baca juga: Waktu Terbaik Naik Pesawat Menurut Para Ahli
Nanti orangtua akan dimintai data seperti fotokopi identitas, KK, KIA, atau akta kelahiran anak, dan juga formulir UM yang harus ditandatangani.
Dalam formulir itu, orangtua juga perlu menuliskan siapa yang mengantar dan siapa yang menjemput di bandara tujuan. Semua ini penting supaya proses serah-terima anak benar-benar aman dan jelas.
Setelah pendaftaran beres, sang anak akan ditemani petugas Pelita Air dari awal sampai akhir perjalanan. Mulai dari check-in, melewati pemeriksaan keamanan, sampai naik ke pesawat.
Ilustrasi balita naik pesawat. Pilih tempat duduk yang nyaman untuk anak saat terbang bersama bayi dan balita.Baca juga: 7 Hal yang Tidak Boleh Dipakai Saat Naik Pesawat, Hindari Baju Tidur
Di dalam pesawat, kru kabin akan memperhatikan kebutuhan anak, memastikan ia duduk dengan aman, dan membantu jika ada yang diperlukan.
Begitu tiba di bandara tujuan, anak akan langsung diserahkan ke orang yang namanya sudah didaftarkan sebelumnya, setelah petugas memastikan identitasnya benar.
"Supaya perjalanan semakin tenang, orangtua bisa menyiapkan bekal kecil, obat-obatan jika diperlukan, serta nomor telepon darurat yang mudah dihubungi," katanya.
Baca juga: Etika Saat Naik Pesawat, Apa yang Harus dan Jangan Dilakukan
Maskapai lainnya, yaitu Japan Airlines (JAL) juga menyediakan layanan khusus pendampingan kepada anak yang naik pesawat sendirian.
Adapun ketagori anak yang wajib didampingi orang dewasa yaitu anak usia enam sampai tujuh tahun.
Ilustrasi pesawat Japan Airlines.Dikutip dari laman resmi Japan Airlines yang telah Kompas.com konfirmasi melalui Sales Manager JAL Beni Herlian pada Kamis (26/3/2026), ada dua cara mengajukan layanan khusus ini.
Pertama, melalui situs web JAL. Saat melakukan reservasi, harap daftarkan nama dan informasi kontak orang yang akan mengantar dan menjemput anak.
Baca juga: Kapan Waktu yang Tepat untuk Naik Pesawat Saat Musim Panas?
Kedua, langsung menghubungi meja bantuan khusus JAL. Jadi, setelah memesan tiket, silakan hubungi Meja Bantuan Khusus untuk meminta layanan bagi Anak-Anak yang Bepergian Sendirian.
Saat check- in, lakukan check-in di Konter Bantuan Khusus, setidaknya 30 menit sebelum waktu keberangkatan.
Saat proses boarding, pendamping akan mendapatkan prioritas untuk naik ke pesawat mengantar sang anak. Maka dari itu, pendamping diminta untuk menginfokan kepada staf JAL di gerbang boarding.
Di dalam pesawat, anggota awak kabin akan mengantar pendamping beserta sang anak ke tempat duduk dan membantu menyimpan bagasi.
Pendamping diminta memisahkan barang-barang yang ingin disimpan di kompartemen atas, atau dibawa saat penerbangan.
Tidak perlu khawatir jika anak-anak bosan di pesawat, karena maskapai JAL juga menyediakan mainan untuk anak-anak di dalam pesawat.
Setelah tiba di bandara tujuan, seorang anggota staf JAL nantinya akan mengantar anak tersebut ke lobi kedatangan.
Orang dewasa yang datang untuk menjemput anak harus menunggu di dekat tanda yang bertuliskan ”Titik Pertemuan/Bantuan Khusus.