KOMPAS.com - Seekor tupai terlihat menggigit hingga tampak seperti “mengisap” rokok elektrik (vape) yang dibuang sembarangan oleh manusia. Pemandangan tersebut terjadi di sejumlah kota di berbagai belahan dunia.
Dilansir dari New York Post, kejadian ini terekam dalam video viral di beberapa lokasi seperti London, Inggris, hingga Philadelphia, Amerika Serikat.
Dalam video tersebut, tupai terlihat memegang dan mengunyah perangkat vape layaknya makanan.
Temuan serupa juga dilaporkan NDTV.
Baca juga: Kereta Wisata Gunung Fuji Khusus Turis Mulai Beroperasi, Tertarik Coba?
Dalam sebuah video di London Selatan, seekor tupai abu-abu terlihat memegang rokok elektrik dan menggigit bagian ujungnya, memicu kekhawatiran soal dampak limbah terhadap satwa liar.
Para ahli menjelaskan bahwa perilaku ini bukan karena hewan tertarik pada nikotin, melainkan aroma manis dari vape yang menyerupai buah.
Baca juga: Pariwisata Tertekan Konflik Timur Tengah, Ini Akademisi Sebut Indonesia Harus Cepat Beradaptasi
“Masuk akal jika vape lebih menarik dibanding rokok biasa karena aromanya yang seperti buah,” ujar pakar tupai dari Bangor University, Craig Shuttleworth.
Ia menambahkan bahwa hewan tersebut kemungkinan besar salah mengira bau manis sebagai sumber makanan.
Dalam laporan NDTV, ahli juga menegaskan bahwa tupai tidak secara alami terpapar zat seperti nikotin di alam liar.
Baca juga: 10 Bandara Terbersih Dunia 2026, Asia Mendominasi
Pihak Royal Society for the Prevention of Cruelty to Animals (RSPCA) juga memperingatkan bahwa limbah vape akan menjadi ancaman nyata bagi kesehatan hewan.
Mereka menyebut video tersebut sebagai pengingat akan bahaya sampah yang dibuang sembarangan.
Meski terlihat unik dan viral di media sosial, fenomena ini menyimpan risiko serius.
Vape mengandung zat berbahaya seperti nikotin, mikroplastik, hingga bahan kimia lain yang tidak ditemukan dalam makanan alami hewan.
Baca juga: Sejarah Grand Hotel De Djokja, Hotel Sejak 1911 yang Kini Bakal Buka Lagi
Jika tertelan, zat-zat tersebut dapat menyebabkan gangguan kesehatan bahkan kematian pada satwa liar.
Fenomena ini sekaligus menyoroti dampak limbah rokok elektrik yang semakin meningkat di lingkungan.
Para ahli pun mengimbau masyarakat untuk tidak membuang vape sembarangan demi mencegah risiko bagi ekosistem.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang