Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sejarah Grand Hotel De Djokja, Hotel Sejak 1911 yang Kini Bakal Buka Lagi

Kompas.com, 27 Maret 2026, 19:00 WIB
Afif Khoirul Muttaqin,
Wahyu Adityo Prodjo

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Kabar gembira bagi para pencinta sejarah dan wisata vintage! Salah satu bangunan paling ikonik di kawasan Malioboro, Grand Hotel De Djokja, dikabarkan akan segera diresmikan dan beroperasi kembali pada tahun 2026 ini. 

Hotel legendaris yang telah menjadi saksi bisu perjalanan sejarah Indonesia sejak zaman kolonial ini akan dihidupkan kembali dengan konsep restorasi yang tetap mempertahankan kemegahan arsitektur aslinya.

Mengutip laporan dari Kompas.com, hotel ini bukan sekadar tempat menginap biasa. Berdiri megah sejak tahun 1911, gedung ini menyimpan ribuan cerita, mulai dari masa keemasan kolonial Belanda hingga peran pentingnya dalam masa perjuangan kemerdekaan Republik Indonesia.

Baca juga: Hotel di Thailand Diskon Besar, Dampak Krisis Perjalanan

Perjalanan panjang sejak tahun 1911

Grand Hotel De Djokja pertama kali membuka pintunya bagi para turis kelas atas dan pejabat kolonial di awal abad ke-20. 

Pada masanya, hotel ini adalah simbol kemewahan di Yogyakarta. Dengan gaya arsitektur Indische Empire yang megah, hotel ini menjadi pusat gravitasi sosial bagi kalangan elit yang berkunjung ke kota pelajar.

Dikutip dari catatan sejarah dari laman Kompas Travel, bangunan ini telah beberapa kali berganti nama seiring dengan perubahan zaman. 

Mulai dari masa pendudukan Jepang hingga akhirnya dinasionalisasi setelah Indonesia merdeka. Namun, pesona klasiknya tidak pernah pudar, menjadikannya salah satu bangunan cagar budaya yang paling dilindungi di Yogyakarta.

Salah satu daya tarik utama dari Grand Hotel De Djokja adalah nilai sejarahnya yang sangat patriotik. 

Hotel Grand Inna Malioboro di Yogyakarta resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, menandai babak baru dalam sejarah perhotelan di kawasan Malioboro.DOK. INJOURNEY HOSPITALITY Hotel Grand Inna Malioboro di Yogyakarta resmi bertransformasi menjadi Grand Hotel De Djokja, menandai babak baru dalam sejarah perhotelan di kawasan Malioboro.

Baca juga: Okupansi Hotel di Yogya Selama Libur Lebaran Cenderung Turun

Mengutip data dari Kompas.com, hotel ini tercatat pernah menjadi kediaman atau tempat singgah bagi tokoh-tokoh besar bangsa, termasuk sang Panglima Besar Jenderal Sudirman.

Pada masa revolusi fisik, hotel ini sempat beralih fungsi menjadi markas besar militer dan tempat pertemuan penting para petinggi negara. 

Bayangkan, kamu bisa menginap di kamar yang dulunya mungkin pernah menjadi tempat para pahlawan menyusun strategi kemerdekaan. Nilai historis inilah yang membuat restorasi hotel ini begitu dinantikan oleh masyarakat luas.

Transformasi di bawah InJourney

Menurut ANTARA, pada Senin (19/1/2026) langkah menghidupkan kembali hotel ini merupakan bagian dari proyek strategis nasional.

Holding BUMN Pariwisata dan Pendukungnya, InJourney, akan meluncurkan transformasi Grand Hotel De Djokja pada tahun ini. Proyek ini bertujuan untuk memperkuat ekosistem pariwisata di Yogyakarta melalui pengelolaan aset bersejarah yang profesional.

Direktur Utama InJourney dalam keterangannya di ANTARA menjelaskan bahwa transformasi ini bukan hanya soal perbaikan fisik, tetapi juga penataan manajemen dan layanan yang berstandar internasional tanpa menghilangkan nilai heritagenya.

Baca juga: Harga Hotel Uni Emirat Arab Terjun Bebas, Imbas Konflik Timur Tengah

“Tahun ini kami akan meluncurkan Grand Hotel De Djokja. Ini adalah hotel heritage di Malioboro yang memang sangat ikonik,” ujar Direktur Utama InJourney Maya Watono dalam Press Conference bertajuk “4 Tahun InJourney: Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia.”

Halaman:


Terkini Lainnya
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Liburan Sambil Peduli Bumi, Ini 7 Wisata Ramah Lingkungan di Indonesia
Travel Ideas
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau