Harga ini, katanya, jauh lebih mahal dari tiket yang sebelumnya ia beli Rp 2,6 juta per orang.
Dalam perjalanan ini, Shieriene tidak bepergian sendiri, ia melakukan perjalanan dengan anggota sebanyak lima orang.
Alhasil, Shiriene dan rekan-rekannya harus membayar dua unit kamar untuk akomodasi selama dua hari.
"Saya per malamnya kena Rp 800.000 (biaya akomodasi), tapi karena kami grupnya berlima, kami dua kamar. Jadi kami satu malam kena Rp 1,6 juta, dikali dua malam, jadinya Rp 3,2 jutaan," tutur Shierine.
Saat ini, Shierine barharap tidak ada informasi reschedule lanjutan dari pihak maskapai, supaya ia dan rekannya bisa kembali ke Surabaya.
"Harusnya ada kompensasi kalau ada reschedule, ini sudah berapa hari saya direschedule, harusnya ada kompensasi dari Air Asia. Tapi customer service-nya bukan manusia, saya juga tidak bisa mengajukan kompensasi," harap Shierine.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang