Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pembatasan Kunjungan TN Komodo, Wisata Pulau Padar Hanya Buka pada Jam Tertentu

Kompas.com, 30 Maret 2026, 20:08 WIB
Apolonia Ineru Bahali,
Anggara Wikan Prasetya

Tim Redaksi

LABUAN BAJO, KOMPAS.com - Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) menyiapkan rencana pengaturan kunjungan ke Padar Selatan mulai April 2026 untuk menekan kunjungan yang membeludak.

Pengaturan ini berkaitan dengan pemberlakuan batas maksimum kunjungan ke Taman Nasional Komodo (TNK) yang ditetapkan sebanyak 1.000 orang per hari atau 365.000 orang per tahun.

Koordinator Urusan Kehumasan, Kerja sama, dan Pelayanan Perizinan BTNK, Maria Rosdalima Panggur mengatakan pengaturan kunjungan khusus dilakukan di Pulau Padar karena melihat tingginya angka kunjungan di spot tersebut.

Baca juga: Taman Nasional Komodo Jadi Tempat Terindah di Dunia 2026 Versi Media Asing Time Out

BTNK mengatur distribusi kunjungan ke Padar dalam tiga sesi, yakni mulai pukul 05.00-08.00 WITA, sesi II pukul 08.00-11.00 WITA, dan sesi III pukul 15.00-18.00 WITA. Alokasi maksimal sebanyak 300 sampai 330 orang per sesi.

"Sesi I untuk tamu-tamu yang sudah ada di sekitar lokasi. Sesi II untuk yang open trip biasanya tiba di lokasi jam 08.00 Wita dan dilanjutkan sesi III. Pembagian ini hanya untuk Padar. Tidak berlaku untuk spot lain," terang Maria kepada Kompas.com, Senin (30/3/2026).

Antisipasi kelebihan kapasitas Pulau Padar

Ia melanjutkan, pengaturan tersebut didasari oleh total kunjungan wisata di Padar Selatan pada tahun 2025.

Saat itu, pada masa tinggi kunjungan yakni Juli 2025, total kunjungan ke Padar Selatan mencapai 32.890 orang. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari daya tampung yang sebelumnya telah dikaji.

"Sebelumnya tidak ada pengaturan per sesi seperti yang kita rencanakan. Tapi setelah melihat ini, pengaturan ini akan kita berlakukan tahun ini," lanjut dia.

Selain pengaturan sesi, Maria melanjutkan, BTNK juga berencana akan mengintervensi agen wisata agar menjual paket wisata secara merata untuk setiap hari.

Baca juga: Pengusaha Kritisi Pembatasan Kuota Turis ke TN Komodo 1.000 Orang Per Hari

Pasalnya, BTNK menemukan, dari data tahun lalu kunjungan wisata lebih banyak pada hari Selasa dan Sabtu yang menyebabkan terjadinya kepadatan di lokasi wisata.

"Kita menemukan pola-pola penjualan open trip banyak di hari itu. Jadi kita intervensi untuk tidak hanya fokus hari tertentu."

Kuota tersisa 302.058 orang

Maria mengatakan, hitungan kuota kunjungan wisata ke Taman Nasional Komodo yang ditetapkan sebanyak 365.000 orang per tahun pada tahun 2026 sebagiannya telah terisi sejak Januari hingga Maret 2026.

Pesona Pulau Padar di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Shutterstock Pesona Pulau Padar di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Saat dikonfirmasi Kompas.com pada Senin (30/3/2026) sebanyak 62.942 kuota yang telah terpakai.

"Sebagian sudah terpakai, ada juga yang sudah di-booking di hari-hari berikut dan dipastikan akan datang," jelas dia.

Baca juga: Indonesia-Jepang Sepakati Kerja Sama Terkait Konservasi Komodo

Hingga Senin (30/3/2026) kuota yang tersisa adalah sebanyak 302.058 orang. Sisa kuota per hari juga bisa dipantau melalui aplikasi Siora milik BTNK.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Terkini Lainnya
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Setelah 20 Tahun Gratis, Inggris Kaji Tiket Masuk Museum untuk Turis
Travel News
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Berburu Jejak BTS di Korea Selatan, dari Gang Sempit hingga Pantai Ikonik
Travel News
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Rekomendasi 7 Obyek Wisata di Bukit Sekipan Tawangmangu, Cocok Untuk Keluarga
Travel Ideas
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Rekomendasi 7 Tempat Wisata di Malang Raya, Banyak Pemandangan Alam
Travel Ideas
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Labuan Bajo Bakal Hening 9 Jam Saat Jumat Agung 2026, Apa Itu?
Travel News
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
3 April 2026 Libur Apa? Bisa Lanjut Long Weekend
Travel News
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Bandara Internasional Palm Beach akan Ganti Nama Jadi Bandara Donald Trump
Travel News
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Daftar Libur April 2026, Ada Long Weekend
Travel News
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Penumpang Trans Jatim Malang Raya Melonjak Saat Libur Lebaran, Kota Batu Jadi Favorit
Travel News
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Jatiluwih Bali Panen Turis Saat Libur Lebaran 2026, Diserbu 7.983 Wisatawan
Travel News
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO, Ini 8 Fakta Menarik Taman Nasional Komodo
Travelpedia
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Ada dari Indonesia! Ini Daftar Pantai Terbaik Asia Tenggara Versi Conde Nast Traveler
Travel News
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Kasus Amsal Sitepu Picu Aturan Baru, Standar Biaya Kretif Desa Wisata Akan Diatur
Travel News
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Lebih dari 100 Persen Tiket KA Jarak Jauh Terjual Selama Lebaran 2026
Travel News
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Rekor Baru Kereta Cepat, Penumpang Whoosh Tembus 311.000 Saat Lebaran
Travel News
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar di Artikel Lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau