Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Ide Membuat Rumah Menjadi Istana yang Lebih Hidup

JAKARTA, KOMPAS.com - Saat kamu berencana untuk membuat sebuah rumah yang mencerminkan siapa dirimu, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

Baik kamu mencoba membeli rumah baru atau sekadar merenovasi rumah lama, mengetahui gaya dan pilihan interior yang berbeda akan mempermudah saat merancang dan membangun struktur baru untuk daya tarik ekstra itu.

Untuk bisa membuat nyaman, itu bukan tentang seberapa besar rumahnya, tapi betapa menyenangkannya rumah itu. Rumahmu lebih dari sekadar tempat berlindung.

Sebuah rumah dapat diubah menjadi menjadi tempat tinggal yang lebih hidup dengan desain yang tepat dan teknik yang digunakan akan membuatnya lebih fungsional, hemat biaya, sesuai dengan gaya dan kepribadianmu, sekaligus memberikan relaksasi dan kenyamanan yang dibutuhkan.

Lihatlah 7 ide desain ini yang akan membantumu menjadikan rumah milikmu menjadi tempat beristirahat yang sempurna dan lebih hidup, dilansir dari Boldsky, Kamis (21/1/2021).

1. Terangi pencahayaan

Perpaduan yang tepat antara pencahayaan alami dan buatan memainkan peran penting. Pencahayaan yang baik bisa menjadi penambah mood sekaligus membuat suasana menyambut.

Ukuran jendela dan penutup jendela yang tepat dapat mengontrol jumlah cahaya yang masuk.

Pencahayaan yang memadai memang berperan penting saat merancang sebuah ruangan di mana kamu membutuhkan fungsionalitas serta kenyamanan.

Kamu juga bisa bermain sesuai keinginanmu dengan perlengkapan lampu untuk menghasilkan efek yang mencolok.

2. Penyimpanan untuk pernak-pernik

Penyimpanan yang memadai adalah kebutuhan nyata untuk membuang barang-barang ekstra milikmu saat tidak diperlukan.

Cobalah untuk menggunakan sudut ruangan dan jadikan sudut kecil itu dengan berseni. Ruang yang rapi dan teratur tentunya akan memberikan kesan visual yang tenang dan tentram.

Tambahkan beberapa kotak penyimpanan atau keranjang, jika diperlukan, untuk meletakkan barang tak penting dengan cepat.

3. Aliran udara yang lancar

Rencanakan ruang di rumahmu dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan pribadimu serta membuatmu mengalami perasaan keterbukaan.

Manajemen aliran udara yang dijalankan dengan baik dan pembagian ruang menambah karakteristik tempat perlindungan yang sempurna.

Saat ini, denah ruang terbuka dengan udara terbuka dan ventilasi silang telah menjadi tren yang populer. Bahkan ruang terkecil pun dapat terlihat tidak tertutup jika direncanakan dengan benar.

4. Bawa beberapa gaya

Pilih tema atau gaya, yang paling menggambarkan suasana rumah dan kepribadianmu. Buat gaya minimalis, tambahkan sentuhan kontemporer atau tradisional.

Kamu dapat memadupadankan aksesori dan perabotan untuk menonjolkan nuansa eklektik.

Perkenalkan beberapa pola vintage atau percikan warna, lakukan sesuatu yang kreatif yang akan memberikan hasil sebagai penghilang stres di penghujung hari yang panjang.


5. Bersantailah dengan perabotan

Bersantai di sofa adalah hal yang kebanyakan dari kita lakukan setelah hari yang melelahkan. Furnitur dan perabotan milikmu harus menjadi pemandangan yang mengundang bagi dirimu serta tamumu, selain itu, fungsionalitas adalah yang lebih penting.

Memilih furnitur yang sempurna untuk kamar tidurmu akan berkontribusi pada daya tarik estetika dan meningkatkan tingkat kenyamanan seseorang.

6. Hiduplah dengan tanaman hijau

Menambahkan beberapa tanaman hijau ke ruang di rumah bisa lebih menghidupkan. Tempatkan beberapa tanaman pot di ruang tamu atau ruang makanmu untuk mengurangi kelelahan dan stres, termasuk taman dalam ruangan.

7. Personalisasi ruang dengan aksesori

Terakhir, namun tidak kalah pentingnya, tata rak dan hiasi dindingmu dengan beberapa ornamen antik, aksesori, kutipan dinding atau bingkai foto dan kolase.

Tidak diragukan lagi, ini akan menciptakan pernyataan unik dan menambahkan rasa individualitas ke rumahmu, mengubahnya menjadi tempat yang menenangkan.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/01/21/084200976/7-ide-membuat-rumah-menjadi-istana-yang-lebih-hidup

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com