Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara agar Udara di Dalam Rumah Tidak Kering

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemanasan global menyebabkan kondensasi di lingkungan, yang berarti atmosfer tidak sepenuhnya sehat. Untuk alasan ini, penting mencari solusi agar menghindari kekeringan dalam ruangan.

Kondisi kering di dalam ruangan bisa jadi panas dan tidak nyaman, sehingga memengaruhi pernapasanmu dan ini bisa sangat mengganggu.

Mengingat rumah adalah tempat untuk bersantai, beristirahat, dan melepaskan diri, jangan biarkan ruangan di dalam rumahmu menjadi kering.

Pada artikel kali ini akan dibahas mengenai kekeringan yang terjadi di dalam ruangan rumah, dilansir dari Decor Tips, Minggu (21/2/2021).

Mengapa kamu merasakan kekeringan dalam ruangan?

Seperti yang disebutkan di awal artikel, pemanasan global adalah penyebab utama lingkungan kering. Pemanasan mengeringkan ruangan karena berbagai alasan.

Pertama, karena tidak adanya sirkulasi udara, baik karena kamu tidak memiliki ekstraktor atau karena kamu tidak mendapat udara dari waktu ke waktu.

Di sisi lain, panas itu sendiri menyebabkan hilangnya kelembapan, dan akibatnya, penguapan yang cepat.

Jika hal ini terus berlanjut dari waktu ke waktu, ini dapat memengaruhi kondisi rumahmu dan mungkin membuatmu perlu melembabkan ruangan di dalam rumahmu.

5 solusi efektif untuk mengatasi kekeringan dalam ruangan

Pertama, ada baiknya kamu memeriksa rumahmu: insulasi, sistem pemanas, dan jendela. Dengan cara ini, kamu akan mengetahui apakah ada kemungkinan variasi termal.

Di bawah ini, temukan 5 cara untuk melawan kekeringan dalam ruangan:

1. Hal terpenting bagimu adalah membebaskan lingkungan dari kondensasi yang dihasilkan pada siang hari.


Untuk melakukan ini, kamu perlu memasukkan udara baru ke dalam rumahmu beberapa kali sehari. Ini cara membersihkan udara dan membiarkan kesegaran masuk.

2. Tanaman juga dapat meningkatkan oksigen di rumahmu, memberikan aroma yang harum, memperkaya dekorasi, dan menyegarkan ruang.

Kamu tidak harus memiliki terlalu banyak tanaman dalam ruangan. Namun demikian, menambahkan beberapa tanaman ke setiap ruangan secara alami akan menyelaraskan ruang.

3. Saat kamu mencuci pakaian, kamu bisa membiarkannya mengering di ruangan tempatmu menghabiskan waktu paling banyak, baik di ruang tamu atau di kamar tidur.

Jika kamu melihat area tersebut tidak terlalu kering, kamu harus mengeluarkan pakaian untuk menghindari kelembapan berlebih.

4. Letakkan kain lap basah atau handuk basah di samping radiator juga akan membuat ruangan menjadi lebih nyaman.

5. Ide bagus lainnya adalah menempatkan mangkuk berisi air di sebelah radiator. Ini akan menciptakan penguapan untuk mencapai lingkungan yang menyenangkan.

Humidifier sumber yang efektif

Humidifier adalah peralatan rumah tangga yang fundamental jika kamu ingin menambah kelembapan di rumahmu. Kamu tidak harus menempatkannya di setiap ruangan.

Sebenarnya, untuk meningkatkan suasana rumahmu, kamu cukup memilikinya, dan menyalakannya selama beberapa menit sehari.

Humidifier bekerja dengan sempurna untuk mengurangi kekeringan dan kamu dapat menggunakannya saat pemanas menyala. Dengan cara ini, uap dapat menyebar secara alami, tanpa pemanasan.

Semakin banyak keluarga yang menggunakan peralatan ini, maka akan semakin menjauhkan dari kekeringan.

Kamu dapat meletakkan humidifier di ruangan mana saja dan itu akan membantu meningkatkan sistem pernapasanmu. Dalam jangka panjang, kamu akan merasakan tenggorokanmu tidak terlalu kering.


Kontrol suhu di dalam rumah

Selain semua tips yang dijelaskan di atas, ada prinsip penting yang harus kamu praktikkan setiap hari yaitu kontrol dan manajemen suhu. Penting agar suhu rumahmu antara 20 dan 21,6 derajat celcius.

Tidak ada yang lebih baik daripada merasa nyaman dan santai. Ini mudah dicapai jika cuacanya menyenangkan dan jika kamu menyesuaikan termostat sesuai keinginanmu.

Dengan cara ini, kamu akan merasa nyaman dan melawan kekeringan dalam ruangan.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/02/21/112400676/cara-agar-udara-di-dalam-rumah-tidak-kering

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com