Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Mencegah Jamur Muncul Pada Lemari Pakaian

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernahkah kamu merogoh lebih dalam lemari pakaianmu untuk mengetahui apakah terdapat jamur di sana? Jika iya, maka kamu tidak sendiri.

Jamur dan lumut tumbuh subur di ruang yang lembab, gelap, dan berventilasi buruk, itulah sebabnya lemari pakaian menjadi sasaran empuk.

Tentu, siapa pun tidak akan ingin lemari pakaiannya diserang oleh jamur yang akan merusak pakaian yang kamu simpan di dalam lemari pakaian.

Namun, dengan mengikuti beberapa langkah sederhana, kamu dapat dengan mudah mencegah tumbuhnya jamur di lemari pakaianmu.

Kunci mencegah jamur di lemari pakaian adalah menyimpan pakaianmu dengan benar dan memeriksanya secara teratur, untuk memastikan jamur tidak pernah masuk.

Dilansir dari Better Homes and Gardens, Sabtu (20/3/2021), berikut ini 4 cara untuk mencegah tumbuhnya jamur di lemari pakaianmu.

Setelah kamu mengosongkan lemari pakaian, menangani penumpukan jamur, menghilangkan noda jamur dari pakaian dan memastikan tidak ada tanda-tanda jamur saat ini.

Pertimbangkan hal berikut untuk membantu meminimalkan risiko pertumbuhan jamur.

1. Minimalkan kondensasi dengan memastikan lemari pakaianmu tidak dipasang rapat apalagi menempel ke dinding.

2. Rapikan pakaianmu dan sumbangkan atau jual barang apa pun yang tidak lagi kamu kenakan lagi. Ini akan memastikan lemari pakaianmu tidak penuh.

Pakaian yang menumpuk di lemari pakaianmu akan mencegah aliran udara yang dapat menciptakan lingkungan yang ideal untuk pertumbuhan jamur.

3. Jangan pernah menggantung pakaian lembab di lemari pakaianmu. Pastikan selalu kering sebelum disimpan.


4 Jika kamu menyimpan pakaian yang tidak akan kamu pakai untuk sementara waktu, simpan di dalam plastik khusus pakaian untuk mencegah masuknya kelembapan.

Penyebab umum pertumbuhan jamur di lemari pakaian

Kondensasi

Pengembunan sering kali terjadi karena naiknya tingkat kelembapan di rumahmu. Jamur, ataupun sejenis jamur, biasanya terbentuk karena kelembapan.

Penyebab terbesar dari peningkatan kelembapan adalah kurangnya ventilasi. Pikirkan lagi untuk meletakkan pakaian menumpuk di lemarimu, majukan lemari pakaianmu dari dinding agar ada aliran udara.

Biasanya, jika kamu memiliki pakaian, aksesori, atau sepatu yang sudah lama tidak dipakai, mereka tidak mendapatkan sirkulasi udara, sehingga lebih rentan terhadap jamur, khususnya yang berbahan kulit.

Pakaian basah

Ini adalah salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan orang. Seringkali ketika kamu mencuci pakaian, lalu kamu terburu-buru untuk menyimpannya di lemari.

Masalahnya adalah sebagian besar pakaianmu masih lembap dan sayangnya, hal ini menyebabkan penumpukan kelembapan di area yang tidak akan terlihat ventilasi atau cahaya matahari.

Aksesori lemari pakaian yang dapat membantu mencegah jamur

Membersihkan lemari pakaianmu dari jamur adalah tugas besar yang mungkin tidak ingin kamu alami lagi dalam waktu dekat.

Untungnya ada aksesori lemari pakaian yang bisa kamu coba agar lemari pakaianmu bebas dari jamur, seperti humidifier dan kamper baju atau kapur barus.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/03/20/185500976/cara-mencegah-jamur-muncul-pada-lemari-pakaian

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com