Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Sumber Bau di Area Dapur

JAKARTA, KOMPAS.com - Dapur menjadi area yang sering digunakan setiap hari, mulai dari membuat sarapan, makan siang, hingga makan malam. Untuk itu, pembersihan secara rutin dan teratur menjadi faktor utama dalam menjaga kebersihannya.

Namun, terkadang ketika dapur sudah dibersihkan ada beberapa bau yang tertinggal, bahkan sampai menganggu.

Dilansir dari Quick and Dirty Tips, Rabu (31/3/2021), ada beberapa faktor yang menjadi penyebab bau yang tertinggal di dapur, sebagai berikut. 

Tempat sampah

Sebanyak 75 persen dari semua bau di dapur berasal dari tempat sampah. Hal ini sangat wajar karena dapur menghasilkan sampah organik dan non organik setiap harinya sehingga menyebabkan bau yang tak sedap.

Jika memang bau tersebut berasal dari sampah, buang sampah di luar rumah dan setelahnya cuci tempat sampah menggunakan air dan sabun, untuk menghilangkan sisa-sisa bau sampah tersebut.

Untuk menghindari kebocoran sampah, gunakan plastik sampah pada tempat sampah sehingga semua sampah tidak tercecer.

Jika tempat sampah masih berbau, gunakan cuka sebagai penghilang baunya. Diamkan cuka selama beberapa detik lalu bilas hingga bersih, dan keringkan sebelum digunakan kembali.

Makanan membusuk

Penyebab bau tak sedap di dapur selanjutnya adalah makanan yang telah membusuk. Untuk itu, periksa di beberapa tempat apakah makanan harus dibuang atau masih layak dimakan.

Memeriksa dengan seksama kualitas makanan yang disimpan sangat penting, untuk menjaga kebersihan di dalam dapur.

Hal ini juga berlaku dengan bumbu dapur, periksa apakah masih bisa digunakan atau harus dibuang.

Genangan

Selanjutnya bau tak sedap di dapur bisa berasal dari genangan air yang tidak dibersihkan, salah satunya di bawah wastafel. Kebocoran wastafel akan menjadikan area tersebut lembab dan tempat yang sempurna untuk jamur bertumbuh.


Penumpukan sisa makanan

Wastafel dapur menjadi tempat yang sering digunakan di dapur, yakni sebagai tempat pencuci semua perlengkapan memasak dan makan.

Sisa kotoran yang menumpuk di lubang wastafel akan menyebabkan bau tak sedap. Tak hanya itu, sisa kotoran ini akan menyumbat wasfatel sehingga tidak bisa bekerja secara maksimal.

Wastafel

Kebersihan wastafel juga harus dijaga, jika tidak tempat ini akan menimbulkan bau yang tak sedap. Setidaknya bersihkan wastafel menggunakan sabun pencuci piring dan gosok di seluruh areanya, hal ini untuk menghilangkan bakteri dan kuman yang menempel saat proses pencucian piring berlangsung.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/03/31/163300876/5-sumber-bau-di-area-dapur-

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com