Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Tips Menanam dan Merawat Bunga Krisan

JAKARTA, KOMPAS.com — Bunga krisan bisa menjadi salah satu tanaman untuk mempercantik taman di depan rumah. Tanaman yang indah ini sangat mudah beradaptasi dan terkenal sangat kuat.

Krisan dapat bertahan hidup di sebagian besar tanah, tetapi mereka tumbuh subur di tanah yang memiliki drainase yang baik dengan kelembaban yang konsisten.

Menumbuhkan bunga krisan di tanah yang keras dan kering mencegah akar tumbuh dengan baik, sementara tanah basah dan berlumpur menenggelamkan akar dan akan menyebabkannya menjadi busuk.

Berikut adalah tips menanam dan merawat bunga krisan, seperti dilansir dari Gilmour, Jumat (2/4/2021).

1. Sinar matahari

Krisan adalah tanaman yang menyukai sinar matahari. Meskipun secara teknis mereka hanya membutuhkan 6 jam sinar matahari setiap hari, tapi semakin banyak cahaya yang mereka terima, semakin baik pertumbuhan, perkembangan, dan ketahanannya.

2. Jarak tanam

Kamu mungkin ingin menanam bunga krisan bersama dengan bunga yang lain. Namun, perlu diingat bahwa menjaga jarak antara tanaman dengan benar sangat penting untuk kesehatan tanaman.

Tanaman yang terlalu ramai akan saling bersaing untuk mendapatkan nutrisi, memiliki masalah sistem perakaran, menarik hama dan menderita penyakit. Mengikuti petunjuk jarak tanam untuk varietas krisan akan meningkatkan kesehatan taman.

3. Penyiraman

Krisan membutuhkan kelembapan yang merata untuk dapat tumbuh dengan baik. Penyiraman yang konsisten sepanjang musim sangat penting. Penyiraman direkomendasikan dilakukan pagi hari, hingga kedalaman 15 hingga 20 cm.

Metode penyiraman yang ideal untuk bunga krisan adalah metode yang menerapkan kelembapan langsung ke pangkal tanaman. Ini mencegah air mengendap dalam dedaunan bunga yang tebal.

4. Haruskah krisan dipangkas?

Jangan khawatir tentang cara memangkas krisan. Cukup pangkas bagian atas yang akan membantu tanaman agar bisa bercabang, menjadi lebih penuh dan menghasilkan lebih banyak bunga.

Saat tanaman mencapai tinggi 15 cm, cukup pangkas 3 cm saja. Ulangi ini setiap 2 hingga 3 minggu.

5. Pupuk

Semua tanaman membutuhkan nutrisi. Memupuk bunga krisan akan memberi mereka tambahan nutrisi penting untuk pertumbuhan terbaik.

Krisan yang tumbuh sangat suka tanah yang gembur dan penuh nutrisi. Pilih pupuk seimbang yang larut dalam air untuk diaplikasikan setiap bulan.

6. Menumbuhkan dari benih

Benih bunga krisan bnayak dijual di pasaran. Benih ini bisa digunakan untuk menumbuhkan bunga krisan selain dari stek.

Ini bisa menjadi sedikit menantang, karena banyak biji krisan tidak sesuai dengan tanaman induknya. Ini berarti kamu bisa mendapatkan berbagai macam warna dan ukuran bunga.

Namun, menanam krisan dari biji membutuhkan perencanaan di daerah dengan musim tanam yang pendek. Mulailah menyemai benih di dalam ruangan enam hingga delapan minggu. Kemudian pindahkan ke kebun saat bibit krisan berukuran 15 sampai 20 cm.


7. Menanam krisan dalam pot

Menanam krisan dalam pot adalah solusi taman yang sempurna untuk kamu yang tinggal di apartemen atau hanya memiliki taman kecil.

Sebagian besar tanaman akan tumbuh hingga 60 cm sampai 90 cm dan membutuhkan setidaknya wadah berdiameter 30 cm agar bisa tumbuh dengan baik. Krisan harus ditanam di dalam tanah pot yang kaya dengan drainase.

Untuk mendorong pertumbuhan akar, beri air dari wadah bagian bawah dan tambahkan pupuk yang larut dalam air setiap minggu. Karena bunga krisan membutuhkan sinar matahari yang tepat untuk mengatur mekarnya, tempatkan tanaman di jendela yang menghadap ke selatan.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/04/02/183623776/tips-menanam-dan-merawat-bunga-krisan

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com