Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Cara Membersihkan Mesin Pembuat Kopi

Namun, setelah beberapa minggu penggunaan, mesin pembuat kopi mengalami penumpukan rasa atau sisa ampas dari kopi. 

Bahkan, mesin pembuat kopi bisa menjadi salah satu tempat berkembang biaknya kuman dan bakteri bila tidak segera dibersihkan sehabis digunakan. Kuman dan bakteri itu bisa masuk ke kopi.

Untuk itu, penting membersihkan mesin pembuat kopi sehabis digunakan. Idealnya, mesin pembuat kopi harus dibersihkan secara menyeluruh setiap bulan.

Pembersihan bulanan memastikan elemen pemanas mesin bebas dari kotoran dan penumpukan. Selain itu, mencegah noda kopi serta menghilangkan sisa kopi yang dapat mencemari wadah.

Dilansir dari laman My Domaine, Minggu (11/7/2021), berikut ini cara membersihkan mesin pembuat kopi. 

Cara Membersihkan Mesin Pembuat Kopi

  • Matikan dan cabut steker

Sebelum membersihkan, pastikan mesin pembuat kopi dalam keadaan mati dan steker tercabut. Hal ini demi mencegah berbagai resiko berbahaya. 

  • Mulailah menyeka permukaan

Untuk benar-benar mendapatkan pembersihan mendalam, Anda harus melepaskan teko (pot) dan keranjang yang menampung filter dan ampas kopi.

Jika baru saja menggunakan mesin pembuat kopi, pastikan membuang ampas yang ada di keranjang. Ampas kopi dapat dimanfaatkan menjadi kompos untuk tanaman. 

Namun, apabila mesin menggunakan pod kopi, buang podnya. Kemudian, meletakkan keranjang dan teko dalam air sabun hangat dan cuci seperti mencuci piring.

Beberapa teko dan keranjang aman dicuci menggunakan mesin cuci piring, tetapi tetap membaca panduan terlebih dulu.

Jika mesin kopi menggunakan pod, bersihkan dengan hati-hati ruang tempat meletakkan pod menggunakan kain lembap atau handuk kertas. Pastikan untuk ekstra hati-hati di sekitar potongan logam tajam yang menembus bagian atas polong. 

Jangan lupa menggunakan spons atau sikat kecil untuk masuk ke sudut dan celah keranjang. Sering kali minyak dan residu dari ampas kopi dapat tersangkut di sana, yang dapat menyebabkan rasa basi pada kopi. Jadi, pastikan membersihkan kotoran apa pun dari sana. 

  • Membersihkan area mesin

Untuk mesin kopi tetes dan pod tradisional, Anda dapat menghilangkan penumpukan kalsium atau magnesium di dalamnya menggunakan larutan air dan cuka dengan perbandingan yang sama.

Tuangkan larutan ke dalam wadah air, lalu jalankan mesin seperti biasa, tetapi tanpa ampas atau polong apa pun di dalam mesin. Lakukan sebanyak yang diperlukan. 

Biasanya, dua putaran larutan cuka dan air sudah bisa membersihkan mesin pembuat kopi dengan baik. Jangan lupa menyiapkan cangkir atau teko untuk menampung larutan yang kotor.

Sedangkan, untuk membersihkan sisa cuka, jalankan beberapa siklus air saja melalui mesin. Ini akan memastikan bahwa tidak ada cuka yang tertinggal di mesin dan cangkir kopi berikutnya tidak terlalu asam. 

  • Membersihkan bagian luar

Jika permukaan luar mesin terlihat sedikit kotor, bersihkan bagian luarnya dengan kain lembap. Hal ini akan menghilangkan debu, noda air, atau cipratan kopi.

Namun, apa bila mesin kopi memiliki permukaan yang berada di bawah untuk menghangatkan teko, bersihkan juga area tersebut dengan lembut. 

  • Memasang kembali

Terakhir, cara membersihkan mesin pembuat kopi adalah memasang kembali alat-alat. Setelah semua elemen mesin pembuat kopi bersih dan kering, pasang kembali mesinnya.

Kini, mesin pembuat kopi milik Anda sudah bersih dan siap digunakan kembali untuk membuat minuman berikutnya.

https://www.kompas.com/homey/read/2021/07/11/190409576/cara-membersihkan-mesin-pembuat-kopi

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com