Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

7 Material Terbaik untuk Wastafel Dapur

KOMPAS.com - Memilih material wastafel dapur yang tepat bukan hanya soal tampilan, tetapi juga ketahanan, perawatan, dan fungsi jangka panjang.

Setiap bahan memiliki karakteristik tersendiri yang bisa memengaruhi kenyamanan dan efisiensi saat beraktivitas di dapur. 

Melansir The Spruce, Kamis (8/5/2025), berikut adalah tujuh material terbaik untuk wastafel dapur.

Stainless steel merupakan pilihan material yang populer karena tahan lama, antikarat, dan mudah dibersihkan. 

Permukaan stainless steel resisten terhadap noda, panas, dan benturan ringan, menjadikannya ideal untuk dapur yang sibuk. Material ini juga memiliki sifat antimikroba, sehingga lebih higienis untuk pemakaian sehari-hari. 

Meski demikian, stainless steel dapat meninggalkan noda air dan suara bising saat terkena peralatan logam, terutama jika materialnya tidak terlalu tebal.

Tembaga

Tembaga menawarkan tampilan hangat dan estetika yang berbeda dari material lainnya. Warna alaminya akan berubah seiring waktu membentuk patina, sehingga memberikan kesan rustic yang elegan. 

Selain cantik, tembaga juga antimikroba secara alami. Namun, karena tergolong logam lunak, wastafel dari tembaga mudah penyok dan tergores. Perawatannya juga cukup tinggi dan harganya cenderung mahal.

Wastafel dari besi cor yang dilapisi enamel cocok untuk dapur bergaya tradisional atau vintage. Material ini sangat kuat dan tahan terhadap panas serta noda.

Lapisan enamel memberikan permukaan halus dan mengilap yang mudah dibersihkan. Namun, enamel bisa retak atau terkelupas jika terkena benda berat, dan jika lapisan ini rusak, bagian logam di dalamnya dapat berkarat. 

Selain itu, wastafel dengan material besi cor juga berat, sehingga memerlukan struktur kabinet yang kokoh.

Batu alam

Batu alam seperti granit atau marmer memberi tampilan elegan pada dapur. Keindahan alami dan variasi motifnya menjadikannya pilihan premium untuk wastafel. 

Batu alam sangat kuat dan tahan terhadap panas serta goresan. Namun, karena bersifat berpori, permukaannya harus disegel secara berkala untuk mencegah noda. Harganya pun mahal dan pemasangannya cukup rumit karena berat.

Komposit granit dibuat dari campuran granit alami dan resin, sehingga menghasilkan material yang kuat, tahan gores, dan tahan panas. 

Permukaannya matte dan bisa meredam suara dengan baik. Selain itu, granite composite tidak mudah ternoda dan hadir dalam berbagai warna modern.

Namun, bobot komposit granit cukup berat dan memerlukan dukungan tambahan saat pemasangan. Perawatannya pun harus rutin agar tetap terlihat cantik.

Baja berenamel

Alternatif lebih ringan dari besi cor, baja berenamel memiliki lapisan enamel yang halus dan mudah dibersihkan. 

Secara visual, tampilannya mirip dengan wastafel besi cor berenamel, tetapi dengan bobot lebih ringan dan harga lebih terjangkau. 

Namun, baja lebih mudah penyok dan lapisan enamel rentan retak jika terkena benturan keras. Jika demikian, bagian logam di bawahnya berisiko berkarat.

Porselen dibuat dari tanah liat yang dibakar pada suhu tinggi, menghasilkan permukaan halus dan mengilap yang mudah dibersihkan. 

Material ini tahan noda dan goresan ringan, cocok untuk dapur dengan gaya klasik atau vintage. 

Namun, porselen dapat pecah atau retak jika terkena benturan keras, dan biasanya kurang cocok untuk dapur dengan aktivitas berat.

https://www.kompas.com/homey/read/2025/05/08/193809176/7-material-terbaik-untuk-wastafel-dapur

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com