Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

5 Ide Memanfaatkan Pot Tanah Liat yang Pecah, Apa Saja?

Pot tanah liat memiliki tampilan naturalyang dapat menyatu dengan tanaman, menambah dekorasi alami, serta ramah lingkungan. 

Selain itu, materialnya bersifat berpori yang memungkinkan sirkulasi udara dan drainase air berjalan lancar sehingga tidak terjadi pengendapan air yang dapat menyebabkan akar tanaman mudah membusuk.

Namun, pot tanah liat lebih rentan terhadap perubahan suhu dan keretakan sehingga perlu menanganinya dengan hati-hati.

Meski demikian, tidak perlu khawatir jika pot tanah liat retak, pecah, atau hancur. Sebab, pot yang pecah masih bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan di rumah.

Dilansir dari House Digest, Rabu (14/1/2026), berikut sejumlah ide memanfaatkan pot tanah liat yang pecah. 

Tembok yang dipoles semen sering kali terlihat polos dan monoton. Pecahan pot tanah liat berwarna terakota dapat dimanfaatkan untuk menciptakan tampilan lebih menarik.

Cara penggunaannya cukup sederhana. Aplikasikan mortar untuk menempelkan potongan pot tanah liat ke permukaan dinding, lalu susun sesuai dengan luas area yang ingin dihias.

Jika memungkinkan, kamu bisa mengecat pecahan pot agar tampil lebih berwarna-warni. Setelah itu, biarkan hingga kering untuk mendapatkan tampilan dinding yang lebih menarik, terutama jika dimanfaatkan sebagai tempat menggantung tanaman hias rambat. 

Buat jalan setapak

Selanjutnya, ide memanfaatkan pot tanah liat yang retak adalah membuat jalan setapak yang menghubungkan rumah dengan halaman belakang, terutama jika memiliki pecahan pot dalam jumlah banyak.

Caranya, siapkan dan batasi area yang akan dijadikan jalan setapak, lalu tambahkan lapisan dasar berupa batu. Kumpulkan pecahan pot dan sebarkan secara merata di atas area tersebut.

Penanda tanaman

Meski tidak umum dilakukan, cara ini cukup efektif mengurangi limbah pecahan pot, terutama jika jumlahnya terbatas.

Gunakan spidol permanen untuk melabeli nama tanaman, lalu letakkan atau tancapkan pecahan pot di sekitar tanaman.

Cara ini juga dapat dimanfaatkan untuk menuliskan informasi tambahan yang berguna bagi perawatan tanaman. 

Gunakan sebagai mulsa tanaman

Menggunakan sebagai mulsa tanaman juga menjadi salah satu ide menarik memanfaatkan pot tanah liat yang retak. 

Pecahan pot tanah liat dapat melindungi tanah dari serangga dan hama yang berpotensi merusak tanaman.

Untuk memanfaatkannya, hancurkan pecahan pot menjadi ukuran lebih kecil, lalu sebarkan di permukaan tanah dalam pot hingga merata.

Selain berfungsi sebagai mulsa, cara ini juga membantu melancarkan drainase, terutama untuk tanaman yang menyukai media tanam berkerikil.

Selain itu, pot plastik yang rusak juga dapat dimanfaatkan sebagai pelindung tanaman dari hama dengan cara memotong bagian ujung pot, lalu memasangnya di sekitar tanaman. Pastikan cara ini tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. 

Mozaik pot

Terakhir, ide memanfaatkan pot tanah liat yang pecah adalah membuat hiasan mozaik. 

Siapkan pecahan pot dan pot baru yang akan digunakan sebagai media hias. Gunakan beberapa warna cat untuk mempercantik tampilan pecahan pot.

Oleskan adukan semen pada bagian luar pot baru, lalu susun potongan pecahan pot sesuai pola yang diinginkan hingga menghasilkan tampilan pot yang artistik dan menarik. 

https://www.kompas.com/homey/read/2026/01/14/142200776/5-ide-memanfaatkan-pot-tanah-liat-yang-pecah-apa-saja-

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com