Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Ada pandangan bahwa seprai yang baru dibeli harus dicuci sebelum digunakan. Alasannya adalah untuk menghilangkan kanji pada kain dan menurunkan risiko adanya bakteri.
Namun, apakah benar seprai baru harus dicuci terlebih dahulu?
Dikutip dari Real Simple, Sabtu (5/12/2020), menurut Nomi Dale Kleinman, kepala departemen desain tekstil di Fashion Institute of Technology, dirinya selalu menyarankan agar mencuci seprai sebelum digunakan.
Baca juga: 5 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Membeli Seprai Baru
"Produk tekstil mungkin mengandung bahan kimia yang tersisa dari proses produksi selain kanji yang digunakan untuk menjaga pakaian tetap rapi saat dikirim, dikemas, atau digantung di toko," jelas Kleinman.
Ada banyak proses yang harus dilalui kain sebelum Anda gunakan, dan bahkan serat alami dapat terpapar pada potensi iritan.
“Serat alami membutuhkan penggosokan dan pembersihan sebelum menjadi benang, pemintalan benang membutuhkan pelumas, terkadang resin digunakan untuk ukuran lungsin, dan pati dapat digunakan dalam proses menenun,” papar Kleinman.
Dia memaparkan, benang dan kain memerlukan penggosok tambahan menggunakan produk sabun, natrium hidroksida, atau pemutihan untuk mengaplikasikan warna dengan benar selama proses pewarnaan atau pencetakan.
Baca juga: Seberapa Sering Harus Mengganti Seprai?
Apa yang terjadi jika seprai baru tidak dicuci?
Menurut Kleinman, kebanyakan orang akan baik-baik saja dan tidak akan memperlihatkan reaksi yang negatif.
Akan tetapi, jika Anda memiliki kulit sensitif, sisa bahan kimia apapun dapat menyebabkan gatal atau iritasi kulit. Selain itu, saat Anda mencuci seprai, ia merekomendasikan penggunaan deterjen hipoalergenik dan bebas racun.
Bagaimana cara mencuci seprai baru?
Selalu periksa label perawatan pada seprai baru.
“Jika Anda ingin memperpanjang umur produk dan mengurangi penyusutan, saya sarankan untuk mencuci dengan air dingin dan mengeringkan dengan cara dijemur,” tutur Kleinman.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang