Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Alasan Mengapa Kamu Perlu Menanam Pohon di Sekitar Hunian

Kompas.com, 26 April 2021, 17:52 WIB
Dian Reinis Kumampung,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Bobvila

JAKARTA, KOMPAS.com - Kita diiimbau untuk menanam banyak pohon demi bumi yang lebih baik. Tak hanya itu, pohon juga membawa banyak manfaat bagi lingkungan dan manusia.

Menanam pohon di halaman adalah investasi jangka panjang yang dapat meningkatkan ekosistem lokal dan kualitas udara, serta membantu mengatur tingkat polusi global.

Berikut adalah lima alasan mengapa kamu perlu menanam pohon di sekitar hunian seperti dilansir dari Bobvila, Senin (26/4/2021). 

Baca juga: Tak Hanya Baik untuk Lingkungan, ini Manfaat Menanam Pohon di Rumah

1. Peningkatan Nilai Properti 

Tidak hanya lansekap yang bisa meningkatkan daya tarik tepi jalan rumah, tetapi ternyata pepohonan juga dapat memengaruhi nilai rumah secara signifikan.

Rumah semakin nyaman dan teduh karena adanya pohon. Ini akan membuat penghuni merasa nyaman dan bisa menjadi bahan “jualan” properti milikmu. 

Baca juga: Mengapa Daun Pohon Mawar Berlubang Hitam? Ini Penyebab dan Solusinya

2. Penghematan energi

Menanam pohon dapat menghasilkan penghematan utilitas yang besar dalam jangka panjang. Menurut Arbor Day Foundation, efek pendinginan pohon besar dapat mengurangi konsumsi AC hingga 30 persen.

Bergantung pada iklim, pohon dapat digunakan untuk memaksimalkan keteduhan, mendatangkan angin dingin, menyalurkan angin sepoi-sepoi, atau melindungi rumah dari matahari. Karenanya, penanaman pohon di sekitar rumah bisa menurunkan pemakaian listrik rumah tangga. 

Baca juga: Mengapa Daun Pohon Mawar Berlubang Hitam? Ini Penyebab dan Solusinya

3. Kualitas Udara Lebih Baik

Pohon mengurangi polusi, bahkan menghilangkan emisi bahan bakar fosil dari atmosfer. Faktanya, pohon mengurangi 17,4 juta ton (sekitar 19,2 juta ton AS) polusi udara di Amerika Serikat pada 2010.

Meskipun pengurangan emisi bahan bakar fosil penting pada skala nasional dan global, hal ini juga dapat berdampak langsung pada kualitas udara di dalam rumah. 

Baca juga: Cara Mencangkok Pohon Mangga, Bisa Dilakukan di Halaman Rumah

Sebuah studi pada 2013 dari University of Lancaster di Inggris menunjukkan bahwa pohon di pinggir jalan daapat mengurangi polusi udara gedung-gedung di dekatnya hingga lebih dari 50 persen.

4. Kesehatan Mental yang Lebih Baik

Pohon tidak hanya mempengaruhi kesehatan fisik secara positif, tetapi juga meningkatkan kesehatan mental. Sebuah penelitian skala besar di Australia menemukan penduduk di daerah yang setidaknya memiliki 30 persen area ditumbuhi pohon memiliki risiko tekanan psikologis 31 persen lebih rendah dibanding mereka yang tinggal di daerah dengan lebih sedikit pohon. 

Baca juga: 5 Tips Mendesain Rumah dengan Tanaman

Sebuah studi dari Universitas Nasional Chungbuk di Korea Selatan mengungkapkan, pekerja kantoran yang dapat melihat pohon dari jendela mereka melaporkan tingkat stres yang lebih rendah dan tingkat kepuasan kerja lebih tinggi.

5. Tempat Hidup Satwa Liar

Pohon bertindak sebagai habitat burung, tupai, dan satwa liar lainnya sekaligus menyediakan makanan dan tempat berteduh. Tanam pohon cemara untuk menciptakan habitat sepanjang tahun bagi satwa liar di lingkunganmu. 

Baca juga: 10 Tanaman Gantung Indoor yang Bisa Mempercantik Rumah

Banyak pohon menarik penyerbuk, seperti lebah, yang pada akhirnya akan membantu ekosistem global. Menanam pohon buah-buahan, akan membuat kamu mendapat manfaatnya sekaligus buah yang bisa dikonsumsi. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau