Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 28 April 2021, 14:21 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber The Spruce

JAKARTA, KOMPAS.com - Jika Anda gemar meminum secangkir kopi, jangan membuang ampasnya setelah disantap. Sebab, ampas kopi dapat membuat tanaman menjadi lebih subur dengan beberapa cara.

Dilansir dari The Spruce, Rabu (28/4/21), kopi bisa dibuat menjadi salah satu pupuk kompos untuk tanaman. Caranya, meletakkannya di tempat sampah kompos. 

Baca juga: 5 Ide Menata Meja Kopi di Ruang Tamu

Bubuk kopi mengandung sekitar 1,45 persen nitrogen, magnesium, kalsium, kalium, dan mineral lainnya. Menambahkan bubuk kopi dan filter kopi kertas bekas ke kompos Anda akan menghasilkan bahan kompos hijau.

Namun, harus diimbangi dengan bahan kompos berwarna cokelat, yang meliputi daun kering. Harus ada perbandingan 4:1 antara bahan kompos cokelat dan bahan kompos hijau. Jika  memiliki terlalu banyak bahan hijau, tumpukan kompos Anda akan mulai berbau. 

Baca juga: Jangan Langsung Dibuang, Ini Manfaat Ampas Kopi yang Perlu Diketahui

Pupuk dengan Bubuk Kopi 

Tambahkan bubuk kopi langsung ke tanah di kebun. Anda dapat menggalinya ke dalam beberapa inci bagian atas tanah atau hanya menaburkan tanah di atasnya dan membiarkannya begitu saja.

Dalam jumlah yang lebih sedikit, terutama bila dicampur dengan bahan kering, bubuk kopi akan melepaskan nitrogennya. Ampas kopi bekas sebenarnya hampir memiliki pH netral, jadi seharusnya tidak menimbulkan kekhawatiran tentang keasamannya. 

Baca juga: Filter Kopi Bisa Jadi Solusi Perawatan Tanaman Hias Indoor, Caranya?

Hindari menggunakan terlalu banyak ampas kopi atau menumpuknya. Sebab, partikel kecil dapat saling mengunci, menciptakan penghalang tahan air di taman Anda.

Anda juga bisa membuat "teh" bubuk kopi. Tambahkan dua cangkir bubuk kopi bekas ke dalam ember berisi 4,5 liter air. Seduh dan diamkan selama beberapa jam atau semalaman. Ramuan ini bisa Anda gunakan sebagai pupuk cair untuk tanaman yang ditanam di tanah dan pot. Bisa pula menyemprotkan langsung ke daun dan batang tanaman. 

Baca juga: Apa Benar Ampas Kopi Bagus untuk Tanaman? Ini Penjelasannya

Bubuk Kopi Segar untuk Tanaman yang Mencintai Asam 

Bubuk kopi bekas hanya mengandung sedikit asam, sedangkan bubuk kopi segar (tidak diseduh) memiliki lebih banyak asam. Tanaman Anda yang menyukai asam seperti hydrangea, rhododendron, azalea, lily of the valley, blueberry, wortel, dan lobak bisa mendapatkan manfaat dari bubuk kopi segar ini. 

Baca juga: Tips Menghilangkan Noda Tumpahan Kopi di Karpet

Namun, tomat tidak menyukai bubuk kopi segar sehingga jauhkan mereka dari area taman itu. Bubuk kopi segar masih memiliki sebagian besar kandungan kafein dan asam. Untuk itu, jangan gunakan bubuk kopi pada bibit atau tanaman yang sangat muda karena kafein dapat menghambat pertumbuhannya. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau