Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 4 Juni 2021, 13:21 WIB
Aniza Pratiwi,
Esra Dopita Maret

Tim Redaksi

Sumber Hunker

JAKARTA, KOMPAS.com - Selain nyamuk dan kecoak, ada hama lain yang mengganggu di dalam rumah, yakni kelabang atau lipan. Kelabang memiliki tubuh cukup panjang tersegementasi dengan sepasang kaki yang melekat pada setiap segmennya.

Beberapa spesies dapat tumbuh hingga hampir enam inci panjangnya. Namun, banyak spesies yang hanya akan tumbuh sedikit di atas satu inci. 

Baca juga: Simak, Cara Membasmi Kelabang yang Masuk ke Dalam Rumah

Dilansir dari Hunker, Jumat (4/6/2021), meski kelabang dikenal sebagai pembunuh atau pemakan serangga kecil yang mengganggu lainnya, mereka bisa menjadi hama yang membahayakan.

Untuk itu, kemunculan kelabang di rumah harus segera diatasi. Mengusir kelabang tidak hanya bisa dilakukan menggunakan cairan pembersih kimia, Anda juga membasmi kelabang dengan membuat insektisida sendiri di rumah. 

Baca juga: Tips untuk Menjaga Dapur agar Bebas dari Kecoak, Semut, dan Tikus

Semprotan alkohol 

Alkohol dapat membasmi hama apabila berhasil terhirup atau dicerna. Untuk itu, kamu dapat membuat semprotan insektisida menggunakan alkohol.

Masukkan satu sendok teh alkohol, minyak sayur, dan satu liter liter air ke botol semprot, lalu aduk hingga merata. Campuran semprotan ini dapat membunuh kelabang yang menyerang tanaman dan bunga di taman. 

Baca juga: Baking Soda dan 5 Bahan Ini Ampuh Hilangkan Kecoak di Kamar Mandi

Semprotan ini aman digunakan pada kelabang atau hama lainnya yang ditemukan di sekitar tanaman. Namun, Anda harus berhati-hati menggunakannya dan jauhkan dari hewan peliharaan serta anak-anak. 

Semprotan sabun 

Sabun dapat mengeringkan serangga dan hama lainnya saat bersentuhan. Campurkan dua sendok makan sabun cuci piring cair dan satu liter air hangat ke dalam botol semprotan, lalu kocok hingga tercampur. 

Baca juga: 4 Cara Cegah Tikus, Kecoak, dan Serangga Masuk ke Rumah

Setelah tercampur, semprot ke celah-celah gelap atau area yang sering didatangi kelabang. Begitu sabun bersentuhan dengan kelabang, sabun akan mulai mengeringkannya dan mematikanya.

Simpan semprotan di tempat yang mudah diakses dan semprotkan pada kelabang saat muncul. 

Baca juga: 7 Penyebab Kecoak Muncul Tiba-tiba di Dalam Rumah

Semprotan minyak sayur 

Jika kelabang menyerang tanaman, semprotan minyak sayur dan sabun cuci piring cair dapat membasmi hama tanpa merusak tanaman.

Campurkan satu sendok makan sabun cuci piring cair, satu cangkir minyak sayur, dan dua gelas air, lalu masukkan ke botol semprot dan kocok sampai tercampur. 

Baca juga: Cara Membasmi dan Mencegah Kecoak Bersarang di Kamar Mandi

Setelah itu, semprotkan pada tanaman dan ulangi setiap 10 hari sampai tidak ada lagi tanda-tanda serangan kelabang. Semprotan ini juga bisa diaplikasikan di area yang sering didatangi kelabang seperti kamar mandi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau