Penulis
JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang memelihara anjing di rumah, bulu anjing rontok bisa menyebab frustrasi dan kekhawatiran.
Bulu anjing yang berantakan saja bisa cukup untuk membuat kita cemas, apalagi bila bulu anjing rontok. Namun, semua anjing mengalami bulu rontok sampai taraf tertentu, kecuali anjing yang sama sekali tidak berbulu.
Ras anjing tertentu mengalami kerontokan bulu sangat sedikit, sementara ras yang lain mengalami kerontokan bulu dalam jumlah sangat banyak.
Baca juga: 8 Fakta Menarik Anjing German Shepherd yang Kerap Disebut Herder
Dilansir dari The Spruce Pets, Sabtu (5/6/2021), berikut penyebab bulu anjing rontok dan cara menanganinya.
Semua hewan yang memiliki bulu mengalai kerontokan secara teratur. Ini adalah bagian dari siklus hidup alami batang rambut di dalam folikel.
Semua batang rambut melewati fase pertumbuhan dan kerontokan. Fase mempengaruhi laju pertumbuhan rambut dan akan bervariasi menurut jenis, usia, hormon, lingkungan dan kesehatan anjing secara keseluruhan.
Faktor-faktor ini juga berkontribusi pada panjang dan tekstur rambut, meskipun genetika adalah faktor utama.
Baca juga: 10 Nama Anjing Paling Populer dan Artinya, Ada Nama Artis
Anjing dengan bulu yang terus tumbuh, seperti Poodle dan Yorkshire Terrier, memiliki batang rambut dengan masa hidup lebih lama dan kerontokan sangat sedikit.
Di sisi lain, anjing seperti Labrador dan Husky memiliki umur batang rambut yang lebih pendek dan lapisan bawah yang lebih banyak, menghasilkan kerontokan yang lebih besar.
Secara umum, kebanyakan anjing akan menumpahkan lebih banyak selama cuaca yang cukup sejuk. Kebanyakan anjing memiliki bulu berlapis ganda, yakni lapisan bawah dan lapisan atas.
Lapisan atas adalah bulu yang Anda lihat dan rasakan di luar. Lapisan bawah terdiri dari bulu sekunder yang tumbuh di sekitar rambut primer dan cenderung lebih pendek dan lebih lembut.