Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membersihkan Kipas Angin Gantung Tanpa Membuat Kotor Ruangan

Kompas.com, 10 Juni 2021, 17:26 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

Sumber Today

JAKARTA, KOMPAS.com - Kipas angin gantung yang berada di langit-langit atau plafon rumah tak hanya berfungsi menyejukkan ruangan, tapi juga bisa menjadi elemen dekorasi yang membuat ruangan tampak mewah.

Sayangnya, kipas angin gantung rentan terkena debu dan kotoran yang menempel di baling-baling atau bilah maupun permukaan lainnya. 

Baca juga: Cara Membersihkan Debu di Kipas Angin Tanpa Perlu Dibongkar

Karena itu, meski berada di plafon, kipas angin gantung tetap harus dibersihkan. Pasalnya, debu dan kotoran yang dibiarkan di kipas angin dapat menyebar ke ruangan serta membuat buruk sirkulasi udara di ruangan.

Namun, membersihkan kipas angin gantung adalah pekerjaan sulit lantaran harus membongkarnya dan membuat kotor ruangan saat dibersihkan. 

Mengutip dari laman Today, Kamis (10/6/2021), kipas angin gantung bisa dibersihkan tanpa perlu membongkarnya dan membuat kotor ruangan. Berikut ini cara membersihkan kipas angin gantung

Baca juga: 7 Cara Menjauhkan Rasa Panas di Kamar Tidur Tanpa Kipas Angin dan AC

Putar kipas ke arah yang diinginkan

Kipas angin gantung perlu dibersihkan dari debu setiap seminggu sekali. Namun, sebelum membersihkan, kipas angin harus dimatikan terlebih dulu.

Sebelum mematikan kipas, perhatikan apakah kipas berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam. Alihkan arah putaran kipas untuk mengakomodasi musim.

Bila ingin menghangatkan ruangan, putar kipas searah jarum jam, sebaliknya putar kipas berlawanan arah jarum jam untuk mendinginkan ruangan. 

Baca juga: 5 Masalah Umum pada Kipas Angin Gantung

Bersihkan bilah kipas

Untuk mencegah debu dan kotoran terjatuh yang dapat membuat kotor ruangan, Anda harus memasang sarung bantal di bawah bilah kipas.

Setelah itu, gunakan kemoceng atau alat pembersih kipas untuk menyeka debu pada setiap bilah kipas. Seka dari samping, atas, dan bawah.

Dengan begitu, semua debu dan kotoran akan terjatuh di sarung bantal. Bersihkan setiap bilah hingga bersih dan hindari menekan bilah karena dapat membuatnya patah. 

Baca juga: 8 Jenis Kipas Angin Listrik dan Kegunaannya yang Harus Kamu Tahu

Untuk bilah yang sangat kotor, bersihkan dengan kain lembap terlebih dulu guna menghilangkan debu dan kotoran. Selanjutnya, oleskan pembersih serba guna atau pembersih apa pun yang direkomendasikan oleh produsen kipas.

Begitu pun, demi mengurangi penumpukan debu pada masa mendatang, Anda bisa menggunakan semprotan antidebu. Semprotkan pada kain mikrofiber dan bersihkan pada bilah kipas dan permukaan lainnya. 

Baca juga: Kipas Angin Berdiri Vs Kipas Angin Gantung, Mana yang Lebih Baik?

Bersihkan permukaan kipas lainnya

Setelah itu, jangan lupa membersihkan permukaan kipas lainnya seperti rantai tarik, leher, dan kepala kipas angin.

Bersihkan menggunakan kain bersih. Semprotkan dengan udara bertekanan untuk menghilangkan debu. 

Ganti bola lampu

Beberapa model kipas angin gantung memiliki bohlam lampu. Jangan lupa membersihkan bohlam tersebut dengan kain mikrofiber kering untuk menghilangkan debu. 

Baca juga: Kipas Angin Gantung Bergetar? Periksa Hal Ini

Menurut Donna Smallin Kuper, ahli kebersihan sekaligus penulis buku Cleaning Plain and Simple, bola lampu yang bersih mampu bersinar setidaknya 20 persen lebih terang daripada bohlam yang kotor.

Namun, apabila bohlam rusak, segara ganti bohlam dengan yang baru. Sebaiknya, pilih lampu berwarna redup untuk memberi efek menenangkan pada ruangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang



Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau