Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com, 21 Juli 2021, 18:38 WIB
Esra Dopita Maret

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Menjadi ruangan paling lembap di rumah, membuat kamar mandi rentan mengalami kondensasi serta penumpukan jamur dan lumut.

Bahkan, kelembapan berlebih ini dapat menyebabkan kerusakan struktural pada kamar mandi. Kondisi kelembapan bisa dialami kamar mandi di mana pun, tak peduli seberapa baik desain kamar mandi yang dimiliki. 

Baca juga: 6 Tips Membuat Kamar Mandi Jadi Lebih Aman

Sebetulnya, kelembapan di kamar mandi semakin meningkat lantaran banyaknya uap yang dihasilkan oleh shower atau bak mandi. Saat uap air melayang di udara, hal itu membuat kontak dengan permukaan yang lebih dingin dan menciptakan tetesan air.

Untuk itu, kamar mandi perlu rutin dibersihkan demi mengurai kelembapan serta mencegah penumpukan jamur dan lumut.

Melansir dari laman Bath Fitter, Rabu (21/7/2021), berikut ini adalah cara mengontrol dan mengurangi kelembapan di kamar mandi

Baca juga: Dapur dan Kamar Mandi, Mana yang Paling Banyak Kuman?

Gunakan kipas angin

Sangat penting untuk semua kamar mandi memasang kipas ekstraktor untuk menghilangkan udara lembap dari ruangan dan membuangnya ke luar rumah.

Pastikan kipas bekerja dan mengeluarkan udara lembap saat Anda mandi dan berendam. Biarkan berjalan selama minimal 30 menit setelah mandi.

Untuk kipas ekstraktor bekerja efisien, bersihkan dan rawat kipas secara teratur. Sebagian besar memiliki filter yang dapat dilepas dan bersihkan mengikuti rekomendasi pabrikan. 

Baca juga: Jangan Biarkan Exhaust Fan di Kamar Mandi Terlalu Lama Menyala

Buka jendela

Salah satu cara mengurangi kelembapan di kamar mandi adalah membuka jendela selama dan setelah mandi. Jendela yang terbuka dapat menarik udara lembap keluar dan menjaga kamar mandi tetap sejuk dan kering.

Sayangnya, iklim musim dingin dapat membuat kamar mandi menjadi sangat dingin. Akibatnya, semua kehangatan di kamar mandi menghilang. Untuk itu, pastikan jendela terbuka saat Anda di rumah. 

Baca juga: 7 Tips Mencerahkan Kamar Mandi

Pasang ventilasi pasif

Unit ventilasi pasif dapat membantu mengurangi kelembapan. Tidak seperti kipas ekstraktor yang membutuhkan listrik, ventilasi pendingin adalah metode ventilasi alami dan murah.

Ventilasi pemanas dan pendingin perlu dibersihkan secara teratur guna memperlancar aliran udara. Pastikan ventilasi tidak tertutup atau tertutup sebagian. 

Baca juga: Seberapa Sering Harus Mencuci Keset Kamar Mandi?

Membersihkan lantai kamar mandi

Cara mengurangi kelembapan di kamar mandi lainnya adalah membersihkan lantai kamar mandi dan permukaan kondensasi yang terkumpul setelah mandi. Gunakan handuk atau kain untuk menghilangkan sisa air di keramik, area shower, dan bak mandi.

Ingatlah bahwa air yang tersisa sehabis mandi dapat menciptakan lingkungan untuk jamur dan lumut tumbuh, terutama di nat keramik. Untuk itu, jangan lupa menggosok nat kamar mandi secara rutin. 

Baca juga: 5 Aturan Desain Kamar Mandi yang Tidak Perlu Diikuti

Bersihkan cermin

Cermin juga menjadi tempat sempurna di kamar mandi untuk pembentukan kondensasi atau kelembapan.

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Unduh Kompas.com App untuk berita terkini, akurat, dan tepercaya setiap saat
QR Code Kompas.com
Arahkan kamera ke kode QR ini untuk download app
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau